,

H Firmandez: Bangkitkan Kembali Spirit Darussalam

BANDA ACEH – Setiap elemen masyarakat di Aceh diminta untuk bersatu padu kembali membangun Aceh ke arah yang lebih baik. Terutama para cendikiawan di dua universitas jantong hate rakyat Aceh, Unsyiah dan UIN Ar Raniry.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez di sela-sela acara Silaturrahmi Akbar Civitas Akademik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry, Rabu, 13 April 2017 di Masjid Jamik Kampus Unsyiah.

Anggota DPR RI asal Aceh ini menjelaskan, dua universitas ternama di Aceh itu dibangun dengan darah dan air mata oleh para orang tua Aceh tempo dulu. “Unsyiah dan UIN Ar Raniry ini dibangun dengan spirit kebersamaan untuk memajukan Aceh yang saat itu tertinggal akibat perang. Ini sebagai salah satu konsepsi dari ikrar Lamteh, perjanjian perdamaian antara Pemerintah Pusat dengan DI/TII Aceh. Jadi jangan sia-siakan,” harap Wakil Sekjen (Wasekjen) DPP Golkar Bidang Maritim tersebut.

H Firmandez melanjutkan, dibangunnya Unsyiah dan UIN Ar Raniry – dulu IAIN Ar Raniry— dengan sebutan Komplek Pelajar dan Mahasiswa (Kopelma) Darussalam pada 2 September 1959 merupakan tonggak dari pembangunan Aceh di bidang pendidikan usai perang.

“Spirit membangun Koplema Darussalam ini yang harus kembali dibangkitkan dalam sanubari orang Aceh. Bahwa dengan kebersamaan kita bisa melakukan segala hal. Ini sudah dibuktikan oleh orang-orang tua kita dahulu. Kopelma Darussalam ini sendiri peletakan baru pertamanya dilakukan oleh Menteri Agama KH Muhamamd Ilyas pada 17 Agustus 1958 dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof dr Prijono pada 24 Agustus tahun yang sama,” jelas H Firmandez.

Malah kata H Firmandez, karena kebersamaan orang Aceh yang begitu hebat pada masa itu, Presiden Soekarno memberikan tiga keistimewaan kepada Aceh, yakni bidang agama, pendidikan, dan adat istiadat. Dan Aceh digelar sebagai daerah istimewa.

“Keistimewaan Aceh itu tak akan ada kalau orang Aceh tidak bersatu. Malah Presiden Soekarno sendiri yang meresmikan Koplema Darussalam pada 2 September 1959. Kebersamaan rakyat Aceh ini diabadikan pada prasasti yang ditandatangani oleh Presiden Soekerno dengan bunyi, tekad bulat melahirkan kerja nyata, Darussalam menuju pelaksaan cita-cita. Jadi orang tua kita telah membawa kita pada pelaksanaan cita-cita itu, tinggal sekarang kita teruskan spirit tersebut,” harap H Firmandez.

Selain itu lanjut H Firmandez, pembangunan Kopelma Darussalam pada tahun 1958 itu merupakan perwujudan dan manifestasi politik pembangunan daerah istimewa Aceh. “Kerja keras rakyat Aceh masa itu mendapat apresiasi dari Presiden Soekarno. Tugas kita sekarang membuat sejarah baru untuk masa depan yang lebih gemilang,” pungkas H Firmandez.

Sementara itu Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal mengharapkan para alumni dan civitas akademik kedua universitas tersebut, bisa terus mewarnai pembangunan Aceh dengan berbagai bidang dan jabatan di pemerintahan. Hal yang sama juga disampaikan Rektor UIN Ar Raniry Prof Farid Wajdi Ibrahim.

Silaturrahmi akbar tersebut diakhiri dengan pembacaan doa oleh Pimpinan Dayah Umul Ayman Waled Nu. Silaturrahmi itu ikut dihadiri beberapa politisi dan pejabat teras Aceh antara lain: mantan Gubernur Aceh yang juga mantan Rektor Unsyiah Prof Syamsyudin Mahmud, manta Sekda Aceh Husni Bahri TOB, Wakil Ketua DPRA yang juga ketua Ikatan Keluarga Alumni Unsyiah Sulaiman Abda, Wakil Gubernur Aceh terpilih Nova Iriansyah, serta sejumlah pejabat Aceh dan alumni Unsyiah lainnya.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *