,

H Firmandez Apresiasi Penyelesaian Tapal Batas Bener Meriah–Aceh Utara

LHOKSEUKON – Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez mengapreasiasi upaya penyelesaian sengketa tapal batas antara Kabupaten Aceh Utara dengan Kabupaten Bener Meriah.

Langkah penyelesaian sengketa tersebut dilakukan dalam pertemuan Bupati Bener Meriah Ahmadi dan Bupati Aceh Utara Muhammad Thalib alias Cek Mad pada acara peresmian Puncak Hill Resto di Gunung Salak, Aceh Utara, Kamis, 18 Januari 2018. Cek Mad mengundang khusus Bupati Ahmadi pada acara tersebut.

“Kita patut apresiasi dan mendukung upaya-upaya penyelesaian sengketa tapal batas yang dilakukan oleh Bupati Cek Mad dan Ahmadi. Ini harus segera diselesaikan agar tidak ada sengketa antar warga,” ujar anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 tersebut.

H Firmandez menyarankan agar kedua pemimpin daerah tersebut bersama timnya masing-masing untuk segera turun ke daerah sengketa untuk memberi pemahaman yang baik bagi masyarakat.

Selain itu, untuk mendapat kepastian tetang tapal batas, H Firmandez meminta Pemerintah Provinsi Aceh untuk menurunkan tim penyelesaian sengketa, karena penyelesiaan sengketa tapal batas antar kabupaten merupakan wewenangnya pemerintah provinsi.

“Bukan hanya sengekat tapal batas Bener Meriah dengan Aceh Utara, sengekta perbatasan Bener Meriah dengan Bireuen juga harus segera diselesaikan. Begitu juga dengan berbagai daerah lainnya di Aceh. Jangan sampai berlarut-larut,” harap H Firmandez.

Malah, sambung H Firmandez, untuk penyelesaian sengketa tapal batas antara Bireuen dengan Bener Meriah, beberapa waktu yang lalu di Jakarta pihaknya telah memfasilitasi pertemuan Bupati Bireuen H Saifannur dengan Bupati Bener Meriah Ahmadi.

“Dalam pertemuan di Jakarta waktu itu Bupati Bireuen dan Bupati Bener Meriah juga telah sepakat akan sama-sama turun ke lapangan menyelesaikan sengketa tapal batas. Malah direncanakan akan menggelar kenduri bersama masyarakat di perbatasan dengan memotong seekor kerbau. Saya berharap semua sengketa tapal batas di Aceh bisa diselesaikan. Bukan hanya antara kabupaten di Aceh, tapi juga sengketa perbatasan antara Aceh dan Sumatera Utara seperti di Kabupaten Aceh Singkil,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *