H Firmandez Apresiasi Penurunan Impor Minyak

0
352

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi urusan energi, riset dan teknologi serta lingkungan hidup, H Firmandez, mengapresiasi keberhasilan pemerintah yang berhasil menurunkan impor minyak mentah dan kondesat hingga 50 persen.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini mengungkapkan, pemangkasan impor itu terjadi disebabkan oleh semakin meningkatkan penyerapan minyak mentah dan kondesat produksi dalam negeri.

“Ini patut kita apresiasi, selama empat bulan pertama tahun 2019, pemangkasan impor sudah mencapai 50 persen. Artinya produksi dalam negeri dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) semakin meningkat,” jelas H Firmandez, Selasa, 7 Mei 2019.

Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar ini menambahkan, penurunan impor tersebut telah berdampak pada penghematan biaya hingga mencapai Rp 20 triliun.

H Firmandez berharap penurunan impor minyak mentah dan kondesat tersebut bisa terus berlangsung, seiring dengan semakin meningkatkan penyerapan minyak mentah dari produksi dalam negeri.

“Untuk itu tentu kita berharap agar pemerintah melalui Pertamina untuk terus meningkatkan produksi dalam negeri, serta peningkatan kapasitas kilang-kilang minyak dan sumber dayanya, sehingga kinerja dan profitabilitas kilang bertambah produktif,” lanjut H Firmandez.

Selain itu, H Firmandez juga mengapresiasikan kinerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku mitra Komisi V DPR RI, yang terus menekankan dan mengutamakan pemanfaatan pasokan minyak bumi produksi dalam negeri, melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018 tentang Prioritas Pemanfaatan Minyak Bumi Untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri.

“Kebijakan Kementerian ESDM telah berdampak pada penurunan impor minyak dan peningkatan penggunaan minyak produksi dalam negeri. Pengurangan impor ini tentunya juga akan menyebabkan terjadinya penguatan cadangan devisa negara,” pungkas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here