,

H Firmandez Apresiasi Kebijakan Menteri Perdagangan Pro KADIN

BANDA ACEH – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh, H Firmandez mengapresiasi kebijakan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita yang memihak kepada KADIN. Mendag dalam kebijakannya menegaskan hanya perusahaan yang terdaftar dalam anggota KADIN Indonesia yang bisa melakukan kegiatan perdagangan, termasuk izin ekspor dan impor.

“Ini patut kita apresiasi, ini juga hasil dari kerjasama Kementerian Perdagangan dengan KADIN tentang integrasi data perusahaan di bidang perdagangan secara online,” ungkap H Firmandez, Senin, 24 September 2018.

H Firmandez berharap peluang tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para pengusaha yang bernaung di bawah KADIN. Kerja sama ini meliputi penyediaan dan pemanfaatan data perusahaan di bidang perdagangan, khususnya data Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) para pengusaha. Selama ini data perusahaan tersebut dikelola oleh Kemendag melalui sistem informasi secara online. 

Melalui kerja sama ini, perusahaan-perusahaan yang telah mendapatkan SIUP dan TDP secara online, otomatis mendapatkan KTA (Kartu Tanda Anggota) yang diterbitkan oleh Kadin. Penerbitan KTA ini tidak dipungut biaya atau gratis. 

“Kerja sama ini akan memberikan banyak manfaat bagi pengusaha anggota KADIN, karena database anggota Kadin nantinya secara otomatis akan menjadi database Kemendag. Jadi akan ada sinergitas antara KADIN dengan pemerintah,” lanjut H Firmandez.


Selain Kementerian Perdagangan, sebelunya Kementerian Pertanian (Kementan) juga mengandeng KADIN Indonesia untuk menjamin stabilitas ketersediaan pasokangan pangan dan percepatan ekspor komoditas pertanian.

Penandatanganan nota kesepahaman Kementan dengan KADIN Idonesia dilakukan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Ketua Umum KADIN Rosan P. Roeslani di The Anvaya Beach and Resort Bali, Kamis, 6 September 2018.

Ketua Umum KADIN Aceh, H Firmandez yang ikut hadir pada penandatanganan tersebut menjelaskan, kerja sama itu dilakukan dalam rangka memperkuat sinergitas bisnis bidang pertanian, serta mendorong kerjasama yang erat dengan pelibatan dan pemberdayaan badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah dengan pelibatan perusahaan swasta dan petani selaku produsen.

“Ini untuk mendukung pembangunan sektor pertanian di Indonesia, stabilitas ketersediaan pasokangan pangan dan percepatan ekspor komoditas pertanian, dengan melibatkan pengusaha dalam hal ini melalui KADIN,” jelas H Firmandez.

H Firmandez melanjutkan, ini merupakan peluang bagi pengusaha di daerah untuk lebih berperan dalam pengembangan ekonomi dan investasi di sektor pertanian, karena cakupannya sangat luas, yakni ada 13 komoditas subtitusi impor yang akan dikembangkan.

Selain itu H Firmandez berharap, kerja sama Kementan dan KADIN Indonesia ini bisa meningkatkan produksi komoditas strategis, ekspor, dan investasi, terutama dengan mengangkat potensi pertanian daerah telah terbukti dapat menekan laju inflasi dan meningkatkan daya saing komoditas. “Jadi mari gunakan peluang dan kesempatan ini, terutama untuk para pengusaha KADIN di daerah yang bergerak di bidang pertanian,” ajak H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *