,

H Firmandez Apresiasi Keberhasilan Polres Langsa Cepat Ungkap Pembunuhan Pelajar

LANGSA – Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2, H Firmandez, mengapresiasi kinerja pihak kepolisian dari Polres Langsa yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan pelajar dalam kurung waktu 1×24 jam.

“Ini patut kita apresiasi, karena polisi dari Polres Langsa berhasil mengungkap kasus pembunuhan tersebut dalam waktu yang sangat cepat. Kita berharap apa yang dilakukan Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa dan jajaran bisa menjadi contoh bagi polisi-polisi di daerah lain,” ujar H Firmandez.

anggota Komisi V DPR RI ini melanjutkan, keberhasilan Polres Langsa tersebut harus dipertahankan dan ditingkatkan, agar jika ada kasus-kasus serupa bisa diungkap dengan cepat dan tidak memakan waktu lama, sehingga rasa ketentraman dan keamanan masyarakat bisa terwujud.

“Dengan keberhasilan mengungkap kasus dalam tempo singkat itu juga bisa mencegah para orang-orang yang berniat jahat untuk melakukan niat jahatnya, karena tentu ia akan takut berhadapan dengan polisi yang mampu mengungkap berbagai kasus,” lanjut H Firmandez.

Selain itu H Firmandez berharap, kasus pembunuhan pelajar tersebut bisa menjadi contoh bagi siapa saja bahwa setiap perbuatan jahat pasti ada ganjarannya. Dan polisi pasti bisa mengungkapnya.

“Artinya, serapi apa pun pembunuhan itu dilakukan, tetap tak ada kejahatan yang sempurna, pasti ada celah bagi polisi untuk menemukan jalan mengungkapnya,” tegas H Firmandez.

Sebagaimana diketahui, Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa dalam press release hari ini di Mapolres Langsa, Jumat, 20 Juli 2018 dalam mengungkap kasus tersebut pihaknya mengamankan barang bukti yang ditemukan di TKP yaitu sebuah handphone merk advan, sebuah dompet berwarna cokelat dan sebuah pisau berjenis sangkur.

Berdasarkan keterangan Kapolres, Tersangka HKS pada rabu (18/07/2018) menjumpai korban M Faisal yang merupakan pelajar SMA N 2 Langsa serta mengajak korban ke sebuah alur di desa baroh, Langsa Lama menggunakan sepeda motor milik korban, dengan posisi korban membonceng tersangka.

Sesampai di lokasi yang merupakan jalan baru dan sepi itu , ditengah jalan tersangka menusukkan pisau yang telah ia simpan hingga korban jatuh, lalu tersangka pun kabur menggunakan sepeda motor korban.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 340 Jo , pasal 338 KUH Pidana Subs UU No 11 tahun 2012 UU Perlindungan anak dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara paling lama 15 tahun.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *