Sunday, January 26, 2020

H Firmandez: Aceh Wajib Implementasikan Qanun Jaminan Produk Halal

Must Read

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga...
Avatar
Redaksi
Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

BANDA ACEH – Maraknya pertumbuhan café dan gerai makanan di Aceh, khususnya di Banda Aceh, membuat pengawasan produk dan makanan harus diperketat. Untuk itu Qanun No. 8 tahun 2016 tentang Jaminan Produk Halal harus benar-benar diimplementasikan.

Hal itu ditegaskan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez, Senin, 23 Juli 2018. Menurut anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini, kekhususan dan keistimewaan Aceh harus terus dijaga, apa lagi Pemerintah Aceh sudah lama mengkampanyekan Aceh sebagai destinasi wisata halal.

“Ini harus terus dikawal, bagaimana pun Aceh ini daerah khusus dan daerah istimewa. Qanun tentan produk halal ini memang baru berusia 2 tahun, karena itu perlu terus disosialisasikan secara massif,” harap H Firmandez.

Selain itu H Firmandez melanjutkan, dengan diterapkan qanun tersebut secara maksimal, maka masyarakat Aceh akan terlindungi dan terhindar dari mengkonsumsi produk-produk yang tidak halal.

“Qanun ini juga sejalan dengan Undang-Undang No.33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Bahkan Pemerintah Aceh saya rasa perlu membentuk lembaga atau badan penyelenggara jaminan produk halal di Aceh,” lanjut H Firmandez.

H Firmandez menegaskan, hal itu penting sebagai langkah nyata dalam pemenuhan hak-hak masyarakat Aceh untuk memperoleh produk halal secara berkesiambungan dan berkelanjutan, serta memproteksi Aceh dari masuknya produk-produk tidak halal.

“Ini bagian dari perintah agama, amar makruf nahi mungkar. Regulasinya juga sudah ada, baik itu undang-undang secara nasional, maupun qanun secara khusus untuk Aceh. Tinggal sekarang lembaga pelaksananya bagaimana? Ini yang harus dipikirkan bersama,” pungkas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan keuangan Negara Rp 258.656.349 sudah...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhanas). Politisi...

GTA Terobos Jalur Ekstrem Lesten-Pulo Tiga

BLANGKEJEREN - Tim Blutax's Jimny off Road 4x4 Gayo Lues bersama tim Gayo Trail Adventure (GTA) berhasil menerobos jalur ekstrem di lintasan...

Menikmati Pesona Lhok Gob di Belantara Pidie Jaya

Pesona sungai Lhok Gob yang membelah belantara Pidie Jaya di Gampong Kumba, Bandar Dua, sungguh sangat memanjakan mata. Wisata alam yang asri dan menenangkan...
- Advertisement -

Baca juga...