,

H Firmandez: Aceh Wajib Implementasikan Qanun Jaminan Produk Halal

BANDA ACEH – Maraknya pertumbuhan café dan gerai makanan di Aceh, khususnya di Banda Aceh, membuat pengawasan produk dan makanan harus diperketat. Untuk itu Qanun No. 8 tahun 2016 tentang Jaminan Produk Halal harus benar-benar diimplementasikan.

Hal itu ditegaskan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez, Senin, 23 Juli 2018. Menurut anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini, kekhususan dan keistimewaan Aceh harus terus dijaga, apa lagi Pemerintah Aceh sudah lama mengkampanyekan Aceh sebagai destinasi wisata halal.

“Ini harus terus dikawal, bagaimana pun Aceh ini daerah khusus dan daerah istimewa. Qanun tentan produk halal ini memang baru berusia 2 tahun, karena itu perlu terus disosialisasikan secara massif,” harap H Firmandez.

Selain itu H Firmandez melanjutkan, dengan diterapkan qanun tersebut secara maksimal, maka masyarakat Aceh akan terlindungi dan terhindar dari mengkonsumsi produk-produk yang tidak halal.

“Qanun ini juga sejalan dengan Undang-Undang No.33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Bahkan Pemerintah Aceh saya rasa perlu membentuk lembaga atau badan penyelenggara jaminan produk halal di Aceh,” lanjut H Firmandez.

H Firmandez menegaskan, hal itu penting sebagai langkah nyata dalam pemenuhan hak-hak masyarakat Aceh untuk memperoleh produk halal secara berkesiambungan dan berkelanjutan, serta memproteksi Aceh dari masuknya produk-produk tidak halal.

“Ini bagian dari perintah agama, amar makruf nahi mungkar. Regulasinya juga sudah ada, baik itu undang-undang secara nasional, maupun qanun secara khusus untuk Aceh. Tinggal sekarang lembaga pelaksananya bagaimana? Ini yang harus dipikirkan bersama,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *