,

H Firmandes Minta Pemerintah Perhatikan Tim 8 Penghalau Gajah Liar

REDELONG – Koordinator tim pemantau otonomi khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez meminta pemerintah melalui Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk memperhatikan keberadaan tim 8 penghalau gajah liar di Kecamatan Pintu Rime, Kabupaten Bener Meriah.

Tim 8 tersebut terdiri dari masyarakat sekitar daerah lintasan gajah, yang lebih memahai dan tahu soal keberadaan gajah liar di daerahnya. Tim ini dibentuk untuk membantu tim dari Conservation Response Unit (CRU) BKSDA dalam melakukan pemantauan dan penggiringan gajah.

“Tadi ada yang lapor kepada saya, menanyakan bagaimana status tim 8 ini. Mereka yang bekerja di lapangan yang langsung berhadapan dengan kawanan gajah liar. Sementara tim CRU tidak standby di lokasi lintasan gajah,” jelas H Firmandez.

Karena itu, anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini mengharapkan pemerintah untuk memperhatikan dengan baik keberadaan tim 8 tersebut, serta memberdayakannya dalam tugas-tugas menghalau gajah liar.

“Mereka yang lebih paham soal lapangan. Jadi, kita minta pemerintah untuk memperjelas status mereka dalam melakukan tugas-tugas tersebut. Apakah mereka bekerja cukup dengan SK Bupati, atau dimasukkan menjadi anggota tim CRU BKSDA atau badan lain yang permanen, sehingga ada kejelasannya,” lanjut H Firmandez.

H Firmandez meminta pemerintah untuk bersikap bijak terkait tim 8 penghalau gajah liar tersebut. Apa lagi tugas tim 8 tersebut bukanlah tugas yang ringan. Pada awal Januari 2018 lalu, kawanan gajah liar di perkebunan warga Pintu Rime, lebih dua minggu tak bisa digiring kembali ke habitatnya. Dengan kerja keras tim 8 dan tim CRU akhirnya kawanan binatang berbelalai tersebut bisa dihalau.

“Seperti kejadian di wilayah Gedok, 16 hari gajah liar tak bisa digiring kembali ke habitatnya, dengan kesiagaan dan kemampuan tim 8, upaya mengembalikan gajah ke habitatnya baru berhasil dilakukan. Jadi kita minta agar keberadaan tim 8 ini dipermanenkan, dengan demikian nanti jelas hak dan kewajiban mereka,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *