Guru Terpencil Diberi Gaji Tambahan Sesuai Zonasi

0
226

BLANGKEJEREN – Dinas pendidikan Kabupaten Gayo Lues akan memberlakukan sistem zonasi untuk semua guru honor atau Pegawai Tidak Tetap Kabupaten (PTTK). Pasalnya, selama ini semua guru kontrak mendapatkan gaji yang sama antara yang mengajar di daerah perkotaan dengan di daerah terpencil.

Kadis Dinas pendidikan Gayo Lues, Anwar, Jum’at, 22 Februari 2019 mengatakan, sistem zonasi guru merupakan strategi dinas pendidikan Gayo Lues untuk memberikan keadilan bagi guru yang mengajar di daerah-daerah terpencil, dan ini juga upaya untuk menempatkan guru kontrak ke sekolah-sekolah sesuai dengan kebutuhan.

“Selama ini penerimaan guru kontrak tidak berdasarkan kebutuhan sekolah, sehingga semua guru kontrak menumpuk di daerah kota, karena gaji guru kontrak terpencil sama dengan daerah yang di perkotaan. Dan masalah ini sebelumnya tidak terkontrol hingga terjadi pemborosan anggaran. Jadi zonasi ini bertujuan untuk memberikan keadilan untuk guru kontrak di daerah terpencil,” katanya.

Ia menjelaskan, semua guru dibayar berdasarkan jam mengajar dengan ketentuan guru SMP Rp.10.000/jam, SD Rp.7.000/jam, dan TK Rp.6.000/jam, dan yang sebagai pembedanya, guru kontrak yang mengajar di daerah terpencil akan mendapatkan gaji tambahan perbulan sesuai dengan zona yang sudah disepakati.

“Ada 4 zonasi yang sudah kita sepakati, zonasi paling jauh atau paling terpencil kita sebut zonasi 4, untuk zonasi ini kita berikan gaji tambahan untuk guru kontrak sebesar Rp.900.000/bulan, zonasi 3 gaji tambahan Rp.600.000/bulan, zonasi 2 Rp.300.000/bulan dan zonasi 1 kita sebut nonzonasi dan tidak ada gaji tambahan, karena mereka mengajar di daerah kota, gaji mereka sesuai jam mengajar saja,” jelasnya.

Sistem zonasi itu kata Kadis Pendidikan tidak ditiru dari daerah lain, dan baru pertama dilaksanakan di Kabupaten Gayo Lues dengan dasar Peraturan Bupati (Perbup), posisi Perbup itu sendiri masih dalam tahapan proses supaya bisa dengan segera diterapkan.

“Saya tidak tahu apakah ada daerah lain yang memberlakukan sistem ini atau tidak, yang jelas ide ini muncul setelah kami mendengar berbagai keluhan dari sejumlah guru terpencil, dan melihat sikap guru honorer. Setelah meneliti gaji guru PTTK tahun 2018 kemarin yang sama semua, jadi dilakukan evaluasi lagi karena guru terpencil lebih banyak mrngajarnya,” jelasnya.

Anwar berharap, dengan diberlakukannya sistem zonasi ini mampu memberikan rasa keadilan bagi guru honorer di daerah-daerah terpencil, dan proses belajar mengajar pun menjadi lebih efektif dari sebelumnya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here