,

Guru Honor Sudah Delapan Bulan Tak Terima Gaji

BLANGKEJEREN – Para guru honorer yang berstatus sebagai Pegawai Tidak Tetap Kabupaten (PTTK) Gayo Lues yang sudah delapan bulan tak terima gaji, yakni sejak Januari hingga Agustus 2018.

Afrika salah satu guru honor, Selasa, 14 Agustus 2018 mengharapkan, Pemkab Gayo Lues bisa membayar hak-hak guru honorer tersebut, apalagi karena sudah mendekati hari raya Idul Adha.

“Sejak bulan Januari 2018 hingga hari ini kami belum pernah menerima gaji, padahal lebaran hari raya idul adha sudah sangat dekat, dan posisi kami sekarang seperti terkena kemarau panjang yang selalu dalam keadaan kering,” katanya.

Rachma guru PTTK lainya yang mengajar di salah satu SLTP juga mengatakan hal yang sama, dirinya mengaku sudah sejak bulan Januari 2018 mengajar, tetapi baru Bulan Juni dikeluarkan Dinas Pendidikan Gayo Lues surat perintah mengajarnya.

“Kalau SK belum ada saya terima, karena SK salah tahun sebelumnya sudah ditarik, dan hingga sekarang ini belum ada diedarkan SKnya,” kata Rachma yang lulus saat ujian dilaksanakan Dinas Pendidikan Gayo Lues sebelumnya.

Akibat tidak mendapat insentif sejak awal bulan Jauari hingga bulan Agustus 2018 ini, Rachma mengaku sudah tidak bisa lagi mengisi BBM sepeda motornya, padahal setiap hari dirinya harus menjalankan tugas mendidik anak negeri seribu bukit tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues, Anwar yang dikonfirmasi memilih bungkam terkait perihal tersebut, saat dihubunggi ke ponselnya tidak menjawab meskipun panggilan masuk ke nomornya, begitu juga saat dikirimkan pesan melalui WA, meskipun sudah masuk tidak tidak ada balasan.

Sementara itu Bupati Gayo Lues, H Muhammad Amru mengaku belum mengetahui adanya guru honor yang belum dibayarkan insentifnya, ia menegaskan kalau memang guru yang sudah ada SK atau surat tugas mengajar, maka wajib dibayarkan honornya oleh pemerintah daerah.

“SK salah tahun kemarin seingat saya belum dilakukan perbaikan, dan belum saya tandatanggani, tapi kalau memang guru tersebut sudah ada surat perintah mengajarnya, maka harus dibayarkan insentifnya,” katanya.

Bupati mengaku akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues terkait insentif tenaga honor yang belum dibayarkan tersebut, dan jika memang guru yang belum menerima insentif tetapi sudah ada SK atau surat perintah mengajarnya bersedia, maka bisa mengantarkan langsung kepada Bupati supaya diketahui berapa jumlah pasti guru yang belum mendapat haknya itu.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *