,

Gula Aren Disabotase, Penjualan Tersendat

BLANGKEJEREN – Nasib pembuat gula aren tak lagi semanis gulanya. Bila sebelumnya gula aren produksi masyarakat Gayo Lues dipasarkan ke berbagai daerah tingkat dua di Aceh, bahkan hingga ke Medan, kini pasarannya sangat sepi.

Aman Joni, pembuat gula aren di Desa Kacang Retak, Gayo Lues, Minggu, 14 Februari 2016 mengungkapkan, selama ini ada pihak yang bermain pada distribusi gula aren asli Gayo Lues. Gula aren asli yang diberli di negeri seribu bukit tersebut telah disabotase dengan cara dicampur tepung, sehingga kualitasnya tak lagi asli.

“Saya dengar ada pihak yang meracik kembali gula aren yang dibeli dari sini. Mereka campur dengan tepung untuk mendapat keuntungan yang lebih, tapi rasanya tak lagi asli. Sekarang seluruh pembuat gula aren di Gayo Lues mendapat dampaknya.” Ungkapnya.

Aman Joni melanjutkan, akibat sabotase gula aren tersebut, di warung-warung kecil di desa sekitar Blangkejeren yang biasanya laku 10 bungkus per hari, kini hanya laku sekitar empat bungkus saja.

Harga satu bungkus (turusen) gula aren dengan jumlah lima hingga tujuh lempengan berukuran sedang mencapai Rp20 ribu hingga Rp23 ribu dijual ke penampung, sedangkan para penampung menjualnya dengan harga Rp25 ribu. “Kalau ke luar daerah dijual perbungkus sekitar Rp35 ribu hingga Rp45 ribu,” pungkasnya.[Win Porang]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *