,

Golkar Coret TM Nurlif dari Daftar Bakal Caleg DPR RI

BANDA ACEH – DPP Golkar akhirnya mencoret dua bakal calon anggota legislatif (Caleg) yang akan maju pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019. Keduanya adalah Ketua DPD 1 Golkar Aceh TM Nurlif dan Ketua Harian DPD Golkar Jateng Iqbal Wibisono.

Nama Nurlif dan Iqbal yang sempat masuk dalam bursa pencalonan akhirnya dicoret, setelah KPU mengembalikan berkas keduanya. Pasalnya, Nurlif dan Iqbal pernah tersandung kasus korupsi.

Kepastian pencoretan nama Nurlif disampaikan Liaison Officer (LO) Golkar, Ichsan Firdaus Selasa, 31 Juli 2018 saat menyerahkan berkas perbaikan caleg di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakata. Nama TM Nurlif dan Iqbal Wibisono diganti dengan caleg lain yang tidak punya rekam jejak kasus korupsi, sesuai keputusan partai.

Terkait penggantian itu, Ichsan mengatakan hak tersebut sebagai bentuk kepatuhan terhadap penyelenggara pemilu. “Selain itu batas waktu yang disampaikan akhirnya ya hari ini, maka kami memutuskan untuk mengganti,” ujarnya.

TM Nurlif yang dicoret dari bursa pencalekan diketahui pernah terjerat perkara korupsi pada 2011 ketika menjadi anggota DPR. Saat itu dia divonis terlibat dalam perkara suap Miranda Gultom dan dijatuhi hukuman 1 tahun 4 bulan penjara.

Ketua DPP Golkar, Firman Soebagyo, mengungkapkan keputusan pembatalan caleg eks napi korupsi itu karena terbentur Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 tahun 2018 tentang Pencalegan.

“Golkar sendiri melalui (rapat) tadi malam, itu akan mencabut terhadap calon mantan narapidana yang bukan indikasi lagi, memang sudah pernah masuk sebagai narapidana tindak pidana korupsi,” kata Firman dalam sebuah diskusi, Selasa, 31 Juli 2018.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam pidato penutupan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 20 Desember 2017 lalu juga sudah menegaskan tentang upaya bersih-bersih di Golkar.

Ia mengatakan akan mengimplementasikam slogan “Golkar Bersih” dalam mengelola partai. “Partai Golkar yang bersih bukan hanya sebuah slogan, bukan pula sebuah moralisme tanpa isi, tapi merupakan keniscayaan politik. Kalau kita mengingkari ini, partai Golkar akan merosot dan tersisihkan,” ujar Airlangga saat itu.[dbs]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

One Comment

Leave a Reply
  1. Politik di negeri demokrasi agak aneh? Bukankah lebih baik mantan koruptor daripada mantan ulama???? Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan utk memperbaiki diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *