,

Garuda Diminta Promosikan Aceh ke Mancanegara

BANDA ACEH – Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin meminta kepada manajemen Garuda Indonesia untuk membantu mempromosikan Aceh secara umum dan khususnya Banda Aceh ke manca negara. Promosi bisa dilakukan melalui berbagai fasilitas yang dimiliki Garuda.

Permintaan itu disampaikan Zainal Arifin kepada kepada Vice Presiden Sumatera Region PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Dian Ediono pada kegiatan Garuda Indonesia Travel Fair 2018 yang digelar salah-satu pusat perbelanjaan di kawasan Seutui, Banda Aceh, Jumat, 30 Maret 2018.

“Aceh memiliki andil besar terhadap lahirnya Garuda Indonesia. Karenanya, tidak berlebihan warga Banda Aceh dan Aceh menyampaikan permintaan. Mewakili warga Banda Aceh dan Aceh secara umum, kami minta kepada Garuda untuk membantu promosi wisata Banda Aceh dan Aceh kepada wisatawan luar, baik wisatawan lokal maupun manca Negara,” harap Zainal Arifin.

Menurut Zainal Arifin, Banda Aceh sebagai kota yang mengandalkan jasa dan pariwisata, promosi merupakan hal yang sangat penting dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata ke Banda Aceh. Karenanya, Garuda sebabai salah-satu maskapai terbesar di Indonesia diminta ikut berkontribusi bagi pariwisata Banda Aceh dengan membantu promosi.

Selain itu, ia juga meminta pihak Garuda Indonesia dapat menyampaikan kondisi Banda Aceh dan Aceh saat ini sangat aman dan nyaman bagi siapapun. Permintaan lainya, Garuda diminta ikut menjelaskan bagaimana penerapan syariat Islam di Aceh kepada dunia luar, karena selama ini syariat Islam di luar sana dipahami sebagai sesuatu yang sangat menakutkan. Padahal Islam merupakan agama yang rahmatan lil ‘alamin.

“Tolong disampaikan syariat Islam bukan hanya sebatas cambuk saja. Islam mengatur banyak hal dan bisa menerima siapapun. Ketika ada non muslim yang melanggar syariat Islam di Aceh, mereka diberikan pilihan memilih menjalani hukum nasional atau hukum Islam (qanun jinayah). Bahkan beberapa waktu yang lalu, ada non muslim yang memilih menjalani hukum cambuk. Karena setelah menjalani hukuman dia bisa langsung bebas dan menafkahi keluarga. Kalau memilih hukum Nasional, dia harus menjalani hukuman kurungan badan hingga beberapa tahun,” ungkap Zainal Arifin.[HK/rls]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *