,

Gadis Belia Dibacok OTK Saat Sedang Tidur

TEROPONGACEH.COM | TAPAKTUAN – Zubaidah (15) gadis belia warga Dusun Teungoh, Desa Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur, Aceh Selatan dibacok di kepala saat sedang tidur dalam kamar rumah orang tuanya oleh orang tidak dikenal (OTK). Peristiwa itu terjadi, Selasa dini hari, 20 September 2016 sekitar pukul 04.00 WIB.

Korban yang tergeletak bersimbah darah akibat hantaman senjata tajam di bagian kepalanya, segera dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Trumon Timur oleh orang tua korban bersama puluhan masyarakat setempat. Karena luka yang dialami korban tergolong cukup parah sehingga tidak mampu ditangani oleh pihak Puskesmas, akhirnya pada Selasa pagi korban terpaksa di rujuk ke RSUD Yulidin Away Tapaktuan.

Camat Trumon Timur, T Masrizar yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurut informasi yang dihimpun pihaknya, pelaku yang hingga saat ini belum teridentifikasi identitasnya masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela kamar yang berkonstruksi semi permanen.

Sejauh ini pihaknya belum mengetahui atas motif apa pelaku masuk ke kamar korban dengan cara mencongkel jendela pada malam hari menjelang subuh itu. Namun kedatangan pelaku di saat korban sedang terlelap tidur telah menimbulkan asumsi bermacam-macam di tengah-tengah masyarakat. Ada yang mengaitkan kasus ini dengan dugaan percobaan kekerasan seksual dan ada juga yang mengaitkannya dengan dugaan rencana pencurian.

“Kronologis lengkapnya termasuk motifnya belum diketahui, sebab kejadian yang terjadi malam hari serta begitu cepat itu tidak ada saksi yang melihat secara langsung. Kejadian itu pertama sekali diketahui oleh orang tua korban bernama Maupi (51). Saat itu orang tua korban mendengar terjadi keributan di dalam kamar karena korban sempat berteriak meminta tolong, setelah didobrak pintu kamar oleh orang tuanya didapati bahwa korban tergeletak di lantai dalam kondisi bersimbah darah, sementara pelakunya telah melarikan diri,” kata Masrizar.

Menurut Masrizar, korban berasal dari keluarga kurang mampu. Hal itu dapat dilihat dari kondisi rumahnya yang belum teraliri listrik PLN melainkan hanya diterangi lampu teplok. Selain itu, korban yang telah menamatkan Sekolah Dasar (SD) tersebut juga tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sementara itu, Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Trumon Timur, Ipda Zul Fitriadi menyatakan bahwa, pihaknya mengalami kendala dan hambatan dalam mengusut kasus tersebut, karena saat kejadian tidak ada saksi yang melihatnya secara langsung.

“Kejadian yang terjadi di malam buta itu tidak ada saksi yang melihatnya secara langsung. Apalagi kondisi rumah korban belum teraliri listrik, untuk penerangan di malam hari hanya menggunakan lampu teplok,” sebut Zul Fitriadi.

Zul Fitriadi melanjutkan, proses pengusutan semakin buntu lagi karena saat pihaknya mencoba mengorek informasi terkait siapa saja teman korban selama ini melalui orang tuanya, didapat jawaban bahwa orang tua korban tidak mengetahui dengan siapa saja korban berteman karena korban yang sebelumnya tinggal di Subulussalam baru saja pindah ke rumah orang tuanya di Desa Jambo Dalem.

“Sejauh ini sama sekali belum diketahui motif kejadian tersebut, karena kami belum mendapat petunjuk apapun yang mengarah terhadap seseorang pelaku. Satu-satunya cara untuk menguak tabir di balik kasus tersebut adalah dengan cara meminta keterangan informasi dari korban, namun saat ini langkah itu belum bisa kami lakukan karena kondisi korban sedang dalam kondisi sakit serta sedang mendapat perawatan intensif di RSUD Yulidin Away Tapaktuan,” kata Zul Fitriadi.

Meskipun demikian, pihaknya berjanji akan terus berupaya mengusut kasus tersebut hingga tuntas, baik melalui meminta keterangan para tetangga maupun korban langsung.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *