,

Forum Penjaga Hutan Tolak Eksplorasi Timah di Pining

BLANGKEJEREN – Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Forum Penjaga Hutan dan Sungai Harimau Pining menolak rencana Pemerintah yang akan memberikan izin eksplorasi timah kepada PT Wayang Mining Gayo Indo. Mereka menilai hal itu akan berdampak buruk pada kelestarian hutan, sungai dan satwa yang ada di daerah tersebut.

Ketua Forum Penjaga Hutan dan Sungai Harimau Pining, Aman Jarum, Kamis, 6 April 2017 mengatakan, pihaknya tidak bisa menerima keberadaan perusahaan yang melakukan eksplorasi di desa Pasir Putih Kecamatan Pining, sebab, jika air sungai sudah tercemar, maka mata pencaharian ribuan warga yang mengantungkan hidup dari hasil menangkap ikan sungai akan hilang, dan keberadaan hutan akan menjadi gundul.

“Kami tidak percaya jika ada alasan pembukaan pertambangan itu untuk membuka lowongan pekerjaan, dan itu hanyalah bualan belaka saja oleh pihak perusahaan, jika memang pemerintah ingin mensejahterakan masyarakat bukan membuka tambang solusinya, melainkan membangun irigasi ke areal sawah atau kebun, serta membuat jalan bagus ke sentra prekonomian,” katanya.

Dilanjutkan aman Jarum, selama ini pihaknya telah menjaga dan mengawasi hutan Pining dengan ketat supaya hutan sungai dan satwa bisa diwariskan ke anak cucu, namun belakangan pihaknya mendegar bahwa Perusahaan PT.Wayang Mining Gayo Indo akan segera melakukan eksplorasi di hutan Pasir putih.

“Kami telah membuat beragam pernyataan dari masyarakat terkait penolakan pembukaan tambang Timah di Pasir Putih, dan kami juga sudah menyepakati dengan berbagai pihak hingga membangun prasasti yang bertulisan hutan pining milik adat orang Pining, dilarang membuka tambang apapun,” jelasnya.

Seharusnya, pernyataan dan prasasti yang dibuat sekelompok warga itu bisa menjadi pertimbangan bagi pemerintah dan bagi perusahaan untuk menghentikan niatnya melakukan eksplorasi.

“Jika Pemerintah dan PT Wayang Mining Gayo Indo bersikeras membuka tambang di Pasir Putih Pining, jangan salahkan kami selaku masyarakat bertindak, karena sampai kiamatpun, kami akan terus menolak karena hutan kami, sungai kami yang mengalir deras itu adalah tumpuan hidup kami,” tegas Sekretaris Forum Penjaga Hutan dan Sungai Harimau Pining, Ali.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *