,

Floodway Krueng Aceh Dangkal, Banda Aceh Terancam Banjir

BANDA ACEH – Kota Banda Aceh terancam akan kembali mengalami banjir besar, akibat kanal banjir (floodway) Krueng Aceh yang semakin dangkal. Pemerintah diminta untuk segera merehabilitasinya.

Anggota Komisi V DPR RI yang membidangi urusan infrastruktur dan perhubungan, H Firmandez, Rabu, 20 September 2017 menjelaskan, untuk mengeruk floodway Krueng Aceh tersebut dan melakukan rehab, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 300 miliar.

“Kita minta pemerintah pusat untuk menganggarkan dana perbaikan sesuai kebutuhan, karena dalam anggaran 2018 ini belum masuk. Padahal sudah diusulkan. Pemerintah pusat berdalih tidak ada anggaran,” jelas Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh tersebut.

H Firmandez mengungkapka, floodway dan tanggul sungai Krueng Aceh selesai dibangun pada tahun 1992. Saat ini tanggul sudah mulai rusak dan terjadi sendimentasi saat tsunami 26 Desember 2004 lalu. Biaya perbaikan sekitar Rp 300 miliar. Kanal banjir Krueng Aceh dari Bakoy melewati jembatan Lamnyoeng, Krueng Cut, sampai ke Alue Naga.

Selain itu kata H Firmandez, konstruksinya tanggul Krueng Aceh sudah berusia 25 tahun, sudah sangat perlu perbaikan. Panjang saluran yang perlu dikeruk sendimen dan diperbaiki sekitar 10 kilometer.

“Saat bencana tsunami, lumpur tsunami dan sendimen masuk melalui Alue Naga sehingga sebagian floodway sudah mulai dangkal. Akibatnya bila banjir besar, air tidak bisa mengalir melalui kanal banjir/floodway yang menuju laut dan Banda Aceh jadi rawan banjir.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *