,

Firmandez dan Dubes New Zealand Bahas Kerja Sama di Aceh

JAKARTA – H Firmandez selaku Ketua Group Kerja Sama Bilateral (GKSB) Parlemen Indonesia dengan New Zealand, menawarkan Aceh sebagai daerah re-expor sapi New Zealand baru ke Arab Saudi.

Tawaran tersebut disampaikan Firmandez dalam pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) New Zealand untuk Indonesia, Trevor Mathenson beberapa hari lalu. Trevor Mathenson sengaja mengundang Firmandez dan anggota GKSB ke kediamannya untuk menggelar diskusi informal dan pertemuan persahabatan.

Firmandez yang juga menjabat sebagai Koordinator Tim Pemantau Otsus Aceh di DPR RI menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan balasan dari kunjungan New Zealand ke Ketua DPR RI sebelumnya. “Kami membicarakan potensi-potensi bantuan dan kerja sama baik dalam bidang ekonomi maupun pendidikan,” jelas politisi Golkar itu.

Sebagai anggota DPR RI asal Aceh, Firmandez mengajak Pemerintah New Zealand untuk bekerja sama di bidang pertenakan dan pertambangan di Aceh. Setiap tahun New Zealand mengekspor 1,3 juta ekor sapi kurban ke Arab Saudi. Aceh sebagai daerah bersyariat Islam dapat memanfaatkan potensi tersebut.

Firmandez berharap New Zealand dapat menjadikan Aceh sebagai daerah re-export untuk kebutuhan kurban jemaah haji, serta dapat mengembangkan peternakan yang bermanfaat bagi Aceh. “Untuk meugang saja kebutuhan daging di Aceh sangat tinggi. Jadi potensi ini harus dimanfaatkan. Lahan di Aceh sangat luas, New Zealand bisa melakukan penggemukan sapi di Aceh sebelum diekspor ke Arab,” jelas Firmandez.

Sementara itu Dubes New Zealand untuk Indoneisa, TrevorMathenson menjelaskan, negara sudah lama menjalin kerja sama dengan Indonesia, bukan hanya dalam bidang ekonomi, tapi juga bidang pendidikan. Setiap tahun New Zealand memberikan bea siswa pendidikan untuk warga negara Indonesia, baik yang bertugas sebagai pegawai negeri, pengajar, maupun umum. Kebanyakan bidang yang diminati mahasiswa Indonesia di New Zealand sesuai dengan kompetensi unggulan negara tersebut, yakni peternakan dan pertanian.

Setelah pertemuan tersebut, pada tahap berikutnya direncanakan kunjungan parlemen New Zealand guna menjalin kerja sama dan saling pengertian yang lebih konkrit. Rencana kunjungan itu akan dibicarakan lebih detail oleh kedua pihak, baik terkait waktu maupun rencana kegiatan.[KC]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *