,

Fariz Reza Firmandez Ketua Harley Davidson Club Aceh

BANDA ACEH – Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Komjen (Purn) Drs Nanan Soekarna, Jumat malam, 13 Mei 2016 melantik Pengurus Daerah (Pengda) HDCI Aceh di Hermes Hotel Banda Aceh.

Mereka yang dilantik oleh mantan Wakapolri tersebut adalah Fariz Reza Firmandez (Ketua) Suheri Santoso (Bendahara), Miswar (Sekretaris) serta beberapa anggota pengurus lainnya.

6281269194567Nanan Soekarna menjelaskan, HDCI dengan motto no complaint no accident merupakan organisasi yang berbasis hobi berkenderaan motor Harley Davidson yang memiliki reputasi yang baik di Indonesia. HDCI dalam kiprahnya ikut membantu mengembangkan hobi di bidang otomotif dan mempromosikan pariwisata Indonesia.

“HDCI juga melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya dalam rangka kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu dan korban bencana alam,” ujarnya.

Nanan juga menghimbau para anggota HDCI agar dalam melaksanakan touring mengedepankan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam perjalanan. “Hal ini sesuai dengan program nasional dalam rangka meningkatkan keselamatan lalu lintas di jalan. HDCI harus mampu menciptakan citra positif kepada masyarakat dalam setiap kegiatan,” pesannya.

Sementara itu, Fariz Reza Firmandez usai pelantikan menjelaskan, HDCI bukanlah semata-mata klub tempat berkumpulnya pecinta motor gede (moge), tapi juga organisasi sosial kemasyarakatan yang terdaftar secara resmi.

“Kegiatan di HDCI bukan hanya touring, tapi juga memberikan pelatihan-pelatihan kepada peserta tentang basic riding course, safety instructor course, serta kegiatan-kegiatan sosial lainnya, terutama tentang keselamatan di jalan raya dan pengembangan olah raga otomotif pariwisata di Indonesia,” jelas Fariz.

Fariz melanjutkan, HDCI didirikan di Jakarta pada 13 Agustus 1988, misinya jelas, tanpa unsur politik, usia motor Harley Davidson yang sudah lebih 100 tahun merupakan daya tarik tersendiri dalam komunitas ini.

Harley Davidson pertama muncul di Milwaukee, Amerika Serikat pada tahun 1903. Saat itu, Bill Harley dan Arthur Walter Davidson sedang mengembangkan sebuah motor satu silinder. Hasil perdana mereka adalah motor bermesin satu silinder dengan kapasitas 60 cc. Kesuksesan itu membawa mereka melembagakan usahanya itu ke dalam Harley Davidson Motorcycles Co.

Pada tahun 1905, mereka kemudian berhasil membuat 11 unit motor, dan pada tahun 1906 perusahaan itu pindah ke Juneau Avenue, menempati ruangan yang lebih luas. Karena lebih leluasa, tahun itu Harley Davidson bisa menghasilkan 150 unit motor.

Tahun 1910 Harley Davidson memasang logo Bar and Shield. Pada tahun itu pula beberapa lomba balap motor, ketahanan motor, dan lomba naik bukit dimenangkan oleh motor Harley Davidson. Harley Davidson kemudian memproduksi banyak model baru, seperti Sportster pada tahun 1957, Fat Boy di tahun 1990 dan Heritage Springer Softail yang klasik di tahun 1996 serta V-Rod di tahun 2001. Beberapa tipe Harley Davidson menjadi legenda dan menjadi idaman pecinta motor besar seperti Super Glide, Low Rider, dan Electra Glide.[HK/dbs]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *