,

Evakuasi Jenazah Tim Survey PLTA Kembali Ditunda

TAPAKTUAN – Camat Kluet Tengah, Aceh Selatan, Muktar Yatim mengatakan jenazah warga Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek bernama Muktar Yuli (20 tahun) yang ditemukan oleh warga Desa Alue Keujruen, Kemukiman Menggamat, Kluet Tengah pada Kamis 5 Januari lalu di Pulau Dua Sarah Meulayang hingga kini masih berada di lokasi tersebut.

Jenazah tim survey geology Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dari PT Trinusa Energy Indonesia yang turut menjadi korban terseret arus Sungai Alue Buloh, puncak gunung Desa Jambo Papeun bersama dua korban lainnya asal Bandung, Jawa Barat pada Kamis 29 Desember 2016 lalu tersebut, belum bisa dievakuasi karena air Sungai (Krueng) Kluet masih meluap.

“Untuk menghindari jatuh korban jiwa susulan karena air Sungai (Krueng) Kluet masih meluap diputuskan proses evakuasi terhadap jenazah tersebut ditunda. Petugas BPBK dan Satgas SAR yang sudah berada di lokasi sejak Jumat 6 Januari 2017 lalu sudah diperintahkan turun kembali ke Tapaktuan,” kata Muktar Yatim, Minggu 8 Januari 2017.

Menurutnya, jika curah hujan yang sejak Minggu pagi hingga sore sudah mereda tersebut terus bertahan maka proses evakuasi terhadap jenazah akan dilakukan pada Senin, 9 Januari 2017.

“Tadi Bapak Sekda H Nasjuddin juga telah menghubungi saya menanyakan kondisi luapan air sungai krueng kluet. Saya informasikan bahwa kondisi saat ini air sungai sudah mulai surut. Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan diputuskan proses evakuasi akan dilakukan Senin besok,” jelasnya.

Ditundanya proses evakuasi terhadap jenazah yang sudah 12 hari dinyatakan hilang tersebut, kata Muktar Yatim, menindaklanjuti insiden yang dialami pihak petugas BPBK dan Satgas SAR saat hendak menuju ke lokasi dimaksud pada Jumat 6 Januari 2017 lalu.

Soalnya, saat petugas hendak menuju ke lokasi penemuan jenazah tersebut di Pulau Dua Sarah Meulayang dari Desa Alue Keujrun, perahu bermesin robin yang ditumpangi petugas terbalik saat mengarungi muara sungai yang sedang meluap dan deras. Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa karena petugas semuanya memakai baju pelampung.

“Namun akibat insiden itu, mesin perahu tersebut hilang tenggelam ke dasar sungai termasuk kantong jenazah yang dibawa petugas juga hilang dibawa arus sungai yang deras. Namun untuk kebutuhan kantong jenazah sudah di kirim kembali oleh pihak BPBK Aceh Selatan,” ujarnya.

Jarak antara Desa Alue Keujrun dengan lokasi penemuan jenazah tersebut di Pulau Dua Sarah Meulayang yang berlokasi di atas kampung Alue Keujrun sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan perahu bermesin robin. Sedangkan jarak antara Desa Alue Keujrun yang berada di pedalaman Kecamatan Kluet Tengah dengan Jambur TK, sebuah pelabuhan mini di pinggir sungai Krueng Kluet yang berada tidak jauh dengan Ibu Kota Kecamatan Kluet Tengah sekitar 2,5 hingga 3 jam perjalanan menggunakan perahu berukuran kecil bermesin robin.[Hendri Z]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *