,

Empat Kandidat Akan Bertarung Dalam Musda X Golkar Aceh Selatan

TAPAKTUAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat II Partai Golongan Karya (Golkar) Aceh Selatan akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke X, Senin, 14 November 2016 di Gedung Pertemuan Rumoh Agam, Tapaktuan.

Musda akan dihadiri Ketua dan Sekretaris Jenderal DPD I Partai Golkar Provinsi Aceh, TM Nurlif dan HT. Machsalmina Ali beserta pengurus. HT. Machsalmina Ali yang merupakan mantan Bupati Aceh Selatan selama dua periode tersebut juga merupakan calon Wakil Gubernur Aceh berpasangan dengan H Tarmizi A Karim.

Keterangan yang dihimpun wartawan di Tapaktuan, Minggu 13 November 2016, sampai saat ini sudah ada empat kandidat yang berasal dari kader senior dan kader muda terbaik Golkar daerah itu yang disebut-sebut akan bertarung dalam kontestasi pemilihan Ketua Golkar Aceh Selatan.    

Keempat kandidat tersebut adalah Ketua incumbent, T Mudasir, anggota DPRA dari dapil 9 Muhammad Saleh, anggota DPRK Aceh Selatan dari dapil Kluet Raya Kamalul serta Sekretaris Golkar Aceh Selatan H Khairul Yacob.

Namun berdasarkan keterangan dari sumber terpercaya, peluang Ketua petahana T Mudasir yang juga mantan anggota DPRK Aceh Selatan tersebut untuk mempertahankan tampuk pimpinan Partai Golkar Aceh Selatan periode kedua masa bhakti 2014-2019 sangat terbuka. Karena selain dinilai dekat dengan pimpinan dan pengurus Pimpinan Kecamatan (PK) yang memiliki hak suara, yang bersangkutan juga dinilai mampu menjalin hubungan politik yang dekat dengan DPD I serta DPP.

“Ibaratnya adalah anak emasnya TM Nurlif di Aceh Selatan itulah T Mudasir. Jauh sebelum TM Nurlif menjadi Ketua DPD I Golkar Aceh, mereka memang sudah berteman akrab. Apalagi selama ini T Mudasir dinilai sangat aktif bekerja memenangkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang diusung Golkar, H Tarmizi A Karim dan HT Machsalmina Ali,” ungkap salah seorang fungsionaris Golkar Aceh Selatan.

Meskipun demikian, lanjut sumber, kemunculan sosok M Saleh yang merupakan anggota DPRA dari Partai Golkar juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Soalnya, M Saleh yang disebut-sebut berencana akan maju kembali pada kontestasi Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan tahun 2018 mendatang, dinilai sangat penting merebut kursi Ketua Golkar Aceh Selatan.

Sebab katanya, meskipun Partai Golkar Aceh Selatan hanya mampu mengantarkan satu kursi legislatif pada Pemilu 2014 lalu, namun setidaknya dengan berhasil menjadi Ketua Partai Golkar akan menaikkan nilai tawarnya di kancah perpolitikan Aceh Selatan nantinya.

Ketua petahana, T Mudasir saat dimintai tanggapannya di Tapaktuan, Minggu, 13 November 2016, membenarkan bahwa dirinya akan kembali maju sebagai calon Ketua Golkar pada Musda ke-X  yang akan berlangsung Senin, 14 November 2016.

Namun saat disinggung mengenai dirinya menguat dibursa pemilihan Ketua Golkar Aceh Selatan, T Mudasir menolak berkomentar. “Terkait hal itu mari kita lihat saja hasilnya nanti. Namun yang pasti jika kader kembali memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengemban amanah ini, maka saya bertekad akan bekerja sekuat tenaga untuk membesarkan kembali Partai Golkar di Aceh Selatan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Partai Golkar Aceh Selatan, H Khairul Yacob membantah dirinya akan maju pada Musda ke-X Partai Golkar Aceh Selatan. Bahkan bukan saja tidak akan ambil bagian pada pemilihan ketua, mantan anggota DPRK Aceh Selatan ini juga berniat akan keluar dari partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Saya merasa tidak tertarik lagi bergabung dengan Partai Golkar setelah melihat perkembangan dinamika partai di tingkat pusat yang berimbas hingga ke daerah. Beberapa kali digelar rapat sebelumnya memang ada saya ikuti, tapi rapat yang digelar akhir-akhir ini sudah tidak saya ikuti lagi. Mungkin karena faktor umur saya mau istirahat dari politik, apalagi baru-baru ini sudah lahir cucu satu lagi, saya mau menghabiskan waktu sehari-hari bersama keluarga di rumah,” ujarnya.

Penegasan senada juga disampaikan M Saleh. Anggota DPRA dari Golkar ini membantah keras pernyataan yang menyebutkan dirinya ikut bertarung dalam Musda Golkar Aceh Selatan. “Saya sudah menjadi pengurus DPD I Golkar Provinsi Aceh, ngapain lagi saya turun ke daerah, jelas tidak lah. Tidak benar itu,” tegas M Saleh.

Ketua panitia Musda ke X Partai Golkar Aceh Selatan, Kamalul, mengatakan pelaksanaan Musda kali ini akan melibatkan 22 kader yang memiliki hak suara. Mereka adalah, 18 Pimpinan Kecamatan (PK), unsur DPD II satu suara, Dewan Pertimbangan DPD II satu suara, sayap partai satu suara dan unsur DPD I satu suara.

Menurutnya, syarat yang harus dilengkapi oleh kader yang ingin maju dalam Musda antara lain adalah memiliki ijazah sarjana minimal D-III, memiliki sertifikat pelatihan kader dan sudah menjadi pengurus Golkar minimal 5 tahun di jenjang manapun.
 
“Yang bertindak sebagai pimpinan sidang dalam Musda ini adalah T Azan Fajri salah seorang kader senior Partai Golkar Aceh Selatan. Sejauh ini persiapan kami pastikan sudah 100 persen,” pungkasnya.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *