,

Elpiji 3 Kg Jatah Subulussalam Beredar di Aceh Selatan

KUTACANE – Akibat langkanya elpiji 3 kg di Aceh Selatan, para pengecer memasok tabung gas dengan ukuran yang sama dari Kota Subulussalam. Harga tebusnya pun melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Untuk membedakan tabung elpiji 3 Kg yang dipasok oleh agen tunggal penyalur resmi untuk wilayah Aceh Selatan PT HM Nur Nikmat dengan tabung gas yang dipasok dari wilayah Subulussalam tersebut sangat mudah.

Yakni selain harga jualnya mencapai Rp 30.000/tabung jauh melambung diatas HET yang ditetapkan Pemkab Aceh Selatan Rp 20.500/tabung, tabung LPG 3 Kg dari Subulussalam tersebut juga memiliki segel penutup warna biru sehingga jelas berbeda dengan segel penutup tabung milik PT HM Iskandar Nur Nikmat berwarna hijau.

Di segel penutup warna biru tersebut tertulis bahwa tabung LPG 3 Kg tersebut milik UD Safriadi Manik beralamat Jalan Teuku Umar Simpang Nyak Adam Kamil Subulussalam Utara lengkap dengan dua nomor kontak ponsel.

Anehnya, saat wartawan menghubungi ke nomor kontak dimaksud, seorang perempuan yang mengaku pekerja di UD Safriadi Manik, mengaku bahwa tabung elpiji bersegel biru tersebut merupakan jatah yang diberikan PT Pertamina (Persero) untuk UD Safriadi Manik yang pendistribusiannya khusus untuk wilayah Pemko Subulussalam dan Aceh Singkil.

“Benar, tabung elpiji 3 Kg tersebut milik kami (UD Safriadi Manik-red). Tabung tersebut khusus didistribusikan untuk wilayah Subulussalam dan Aceh Singkil, tidak boleh dipasarkan ke luar daerah. Kami tidak mengetahui kenapa bisa sampai beredar ke Aceh Selatan,” kata perempuan tersebut, Minggu, 8 Mei 2016.

Manager PT HM Iskandar Nur Nikmat, Iskandar, saat dimintai tanggapannya terkait maraknya beredar tabung elpiji 3 Kg asal luar daerah di wilayah Aceh Selatan, memilih diam atau menolak memberikan komentar.

Sementara, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setdakab Aceh Selatan, Fujianto SSTP, mengakui bahwa sejak beberapa bulan terakhir tabung elpiji 3 Kg asal luar daerah seperti dari Medan Sumatera Utara dan Subulussalam marak beredar di beberapa Kecamatan dalam wilayah Aceh Selatan.

“Tabung yang dipasok dari luar daerah itu sangat mudah ditandai yakni segel penutupnya warna biru. Biasanya tabung dari luar daerah itu dijual oleh pedagang diatas harga HET yakni mencapai Rp 30.000/tabung,” aku Fujianto.

Sejauh ini, sambung Fujianto, pihaknya belum mengambil tindakan untuk menertibkan maraknya penjualan tabung elpiji dari luar daerah yang dijual ke masyarakat dengan harga mencapai Rp 30.000/tabung, sebab menurutnya yang berwenang menertibkan hal itu adalah PT Pertamina melalui agen penyalur resminya di Aceh Selatan PT HM Iskandar Nur Nikmat.

“Seharusnya mereka yang berhak memprotes terkait maraknya penjualan tabung LPG dari luar daerah, sebab yang merasakan dampak langsung dari keputusan tersebut adalah mereka. Namun sejauh ini kami belum mendapat laporan ada aksi protes yang dilayangkan oleh PT HM Iskandar Nur Nikmat,” tandasnya.[HM]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *