,

Eksploitasi Getas Pinus Semakin Meluas di Gayo Lues

BLANGKEJEREN – Kelestarian hutan pinus di Kabupaten Gayo Lues terancam, setelah empat perusahaan melakukan penderesan getah secara besar-besaran. Bukan hanya warga setempat, penduduk luar daerah pun mulai terlibat dalam jaringan pengambil getah pinus di negeri seribu bukit tersebut.

Wardi, warga Blangkejeren, Selasa, 6 Desember 2016 mengungkapkan, saat ini ada empat perusahaan yang sedang gencar mengambil getah pinus di kawasan Hutan Penggunaan Areal Lain (HPL), luas lahan yang diberikan izin oleh Pemerintah Aceh terhadap perusahaan tersebut mencapai ribuan hektar.

“Untuk PT Gabah Dunak yang kantornya di Blangtasik, Kecamatan Blangjeranggo, mereka mengunakan sistim kaok, bahkan dalam satu batang pinus bisa mencapai lima koakan, kemudian sebagai alat penampungnya digunakan tempurung kelapa,” jelasnya.

Sedangkan dua perusahaan di jalan menuju Rikit Gaib, Wardi mengatakan pengambilan getah pinus yang dilakukan menggunakan sistim pengeboran, dan sebagai penampung getahnya dibuat semacam pipa kecil dan bekas air mineral berukuran kecil.

“Mereka hampir setiap hari meluaskan wilayah penderesan hingga ribuan hektar pohon pinus itu bisa dikeruk getahnya. Sementara warga yang menanam serai wangi di bawah pohon pinus itu hanya sebagian kecil diberikan biaya perawatan pinusnya,” katanya.

Saat ini kata Wardi, pengambilan getah pinus sudah mulai dilakukan warga luar daerah di jalan Blangkejeren menuju Pining tepatnya di daerah Desa Gajah, hampir setiap tumpukan pohon pinus sudah dikuasai perusahaan-perusahaan meskipun selama ini warga lokal yang merawat dan menanam serai wangi di bawah rimbunnya hutan pinus tersebut.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *