,

Ekonomi Aceh Hanya Tumbuh 3,66 Persen

BANDA ACEH – Perekonomian Aceh dengan migas pada triwulan I tahun 2016 tumbuh sebesar 3,66 persen, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya 1,42 persen. Pertumbuhan didorong oleh tiga sektor utama yakni pertanian, perdagangan, dan konstruksi.

Hal itu tercermin dalam laporan Kajian Ekonomi Regional Provinsi Aceh Triwulan I-2016 yang dilansir Bank Indonesia. Dari sisi permintaan, kontribusi peningkatan ekonomi Aceh bersumber dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dengan kontribusi sebesar 2,73 persen dan Konsumsi Rumah Tangga (KRM) sebesar 2,27 persen.

Bank Indonesia menjelaskan, kenaikan pada PMTB tersebut seiring dengan adanya kenaikan PMTB bangunan yang terdorong oleh peningkatan kegiatan pembangunan fisik yang dilakukan oleh pemerintah sejak pertengahan tahun 2015.

Sementara itu tekanan inflasi Aceh pada triwulan I-2016 mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Laju inflasi tahunan meningkat dari 1,53 persen pada triwulan IV-2015 menjadi 3,55 persen pada triwulan I-2016. Lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi year-on-year (yoy) pada triwulan I dalam tiga tahun terakhir (2013-2015) yaitu sebesar 4,47 persen.

Fungsi intermediasi perbankan konvensional di Aceh pada Triwulan-I 2016 berada dalam taraf optimal, yang tercermin dari Loan to Funding Ratio (LFR) yang berada di bawah batas atas 92 persen dan di atas batas bawah sebesar 78 persen.

Sementara itu, Finance to Deposit Ratio (FDR) bank Syariah di Provinsi Aceh berada di bawah batas ambang bawah FDR 78 persen. Rasio Non Performing Loan (NPL) perbankan di Aceh mengalami perbaikan dan berada jauh di bawah batas aman 5 persen, namun demikian rasio Non Performing Financing (NPF) Bank Syariah di Aceh masih menunjukan adanya risiko pada kualitas kredit perbankan syariah. [HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *