Ekonomi Aceh Diperkirakan Tumbuh 5,52 Persen

0
249

BANDA ACEH – Prospek perekonomian Aceh pada triwulan II-2019 diperkirakan tumbuh 5,04 persen hinga 5,44 persen. Sedangkan pada tahun 2019 secara keseluruhan Ekonomi Aceh diperkirakan tumbuh 5,12 persen hingga 5,52 persen.

Menurut perkiraan Bank Indonesia, meningkatnya kinerja ekonomi tersebut diperkirakan bersumber dari konsumsi pemerintah dan investasi. Sementara itu, tekanan inflasi diperkirakan masih berada dalam kisaran yang terkendali dalam rentang 3,04 persen hingga 3,44 persen. Inflasi diperkirakan bersumber dari komponen volatile food.

Dari sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi Aceh bersumber dari sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, serta perdagangan. Sementara dari sisi pengeluaran, peningkatan terutama disebabkan positifnya kinerja investasi, konsumsi rumah tangga dan ekspor luar negeri.

Sedangkan penurunan tekanan laju Inflasi Aceh terjadi seiring dengan semakin stabilnya harga komoditas volatile food di masyarakat. Sementara itu, komoditas administered price menjadi faktor pendorong inflasi di Aceh seiring dengan adanya kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak dan naiknya permintaan dan mobilitas masyarakat di akhir tahun.

Stabilitas sistem keuangan di Provinsi Aceh pada tiwulan IV 2018 juga masih terjaga ditopang oleh kinerja korporasi dan rumah tangga. Hal tersebut ikut mendorong meningkatnya kinerja perekonomian di Provinsi Aceh. Kinerja sektor perbankan menunjukkan kinerja yang meningkat ditunjukkan oleh LDR yang semakin optimal dengan tingkat risiko yang dapat dipertahankan pada level yang rendah menandakan fungsi intermediari yang semakin baik.

Penyaluran kredit kelompok Korporasi dan Rumah Tangga menunjukkan kinerja yang masih positif diiringi dengan penurunan risiko yang tercermin dari penurunan non performing loan (NPL). Pertumbuhan penyaluran kredit UMKM meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Dilihat dari resikonya, NPL kredit UMKM mengalami penurunan namun masih berada di atas 5 persen.

Masih menurut data BI, posisi net outflow triwulan ini sebesar Rp3,05 triliun meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar Rp0,46 triliun. Transaksi ritel melalui SKNBI tercatat sebesar 102.685 transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp3,96 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 17,73 persen dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar Rp3,42 triliun.

Selain itu, tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Aceh hingga bulan Agustus 2018 tercatat 6,36 persen, lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya 6,57 persen. Sementara itu, tingkat Kemiskinan juga turun dari 15,92 persen pada September 2017 menjadi 15,68 persen pada September 2018.[rls]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here