,

Dukun di Labuhanhaji Shalat Tanpa Rukuk dan Sujud

TAPAKTUAN – Seorang dukun berinisial SK di Gampong Pawoh, Kecamatan Labuhanhaji, Aceh Selatan diduga menjalankan ibadah shalat di luar kewajaran, yakni tanpa rukuk dan sujud.

Selain mempraktikkan shalat lima waktu di luar ajaran Islam, oknum dukun tersebut juga disebut-sebut sempat menghina dan mencacimaki para ulama kharismatik Labuhanhaji Raya, meskipun para ulama tersebut sudah diakui kealiman dan kedalaman ilmu agamanya oleh umat Islam di nusantara bahkan dunia.

Praktek beribadah yang menyimpang itu terungkap bermula ketika sang dukun mencaci maki ulama, beberapa warga kemudian melakukan penyelidikan terkait praktik dugaan penyebaran ajaran sesat dengan modus praktik perdukunan.

Warga yang berpura-pura berobat melihat oknum dukun tersebut melaksanakan shalat tanpa rukuk dan sujud sehingga dinilai tidak memenuhi rukun shalat. Sang dukun juga sempat menjadi imam bagi para pasien yang berobat padanya.

Camat Labuhanhaji T Masri, Selasa, 25 April 2017 membenarkan adanya informasi dari masyarakat tentang hal itu. Namun ia belum bisa memastikan tentang praktik shalat yang menyimpang itu.

“Untuk memastikannya, kami bersama pejabat Muspika Labuhanhaji berencana akan menjumpai langsung masyarakat termasuk oknum tersebut untuk menginvestigasi secara langsung, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan terhadap informasi yang telah beredar luas itu,” kata T Masri.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Selatan, Tgk Attarmizi Hamid menyatakan bahwa informasi terkait adanya salah seorang warga yang berprofesi sebagai dukun namun beribadat diduga tidak sesuai ajaran Islam diketahui pihaknya melalui surat pengaduan yang dilaporkan secara resmi kepada pihaknya oleh pihak Kepala Desa Pawoh Kecamatan Labuhanhaji.

“Meskipun sudah ada laporan melalui surat, MPU Aceh Selatan tetap akan melakukan proses penyelidikan dan investigasi kembali untuk mendapatkan informasi dan keterangan yang benar sesuai fakta dilapangan. Hal ini juga untuk menghindari terjadinya fitnah ditengah-tengah masyarakat sehingga merugikan pihak lain,” tegas Tgk Attarmizi Hamid.

Menurutnya, MPU Aceh Selatan telah membentuk tim khusus untuk menginvestigasi dan melakukan penyelidikan. Tim tersebut akan bekerja turun ke lapangan. Persoalan itu juga akan dilaporkan kepada MPU Provinsi Aceh dan pejabat Forkopimda Aceh Selatan.[HM]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *