,

Dugaan Korupsi Rp224 M di Dinas Pengairan Aceh Dilaporkan ke Kejati

BANDA ACEH – Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Rabu, 15 Maret 2017 melaporkan dugaan korupsi Rp224 miliar di Dinas Pengairan Aceh ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh. Laporan GeRAk Aceh tersebut diterima oleh Kabag Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Amir Hamzah.

Koordinator Badan Pekerja GeRAK Aceh, Askhalani dalam rilisnya menjelskan, dugaan korupsi itu dilaporkan setelah ditemukan adanya 2 unsur terjadinya korupsi secara sistemik dan terencana atas penunjukan langsung (PL) 17 paket pekerjaan di dinas Pengairan Aceh atas implimentasi anggaran APBA 2013-2014.

“Adapun paket pekerjaan ini dapat diduga dalam pelaksanaannya berpotensi telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 224 miliar dari seluruh paket pekerjaan untuk pembangunan Jetty di 6 kabupaten dan kota diantaranya Aceh Besar, Kota Sabang, Aceh Jaya, Aceh Utara, Bireuen dan Pidie,” ungkapnya.

Askhalani melanjutkan, berdasarkan hasil investigasi GeRAK Aceh atas laporan anggaran APBA dan merujuk pada hasil Audit BPK dengan nomor 18.c/LHP/XVIII.BAC/05/2015 tanggal 23 Mei 2015 atas laporan keuangan Pemerintah Aceh tahun 2014, serta laporan hasil audit internal dari pemeriksaan tim inspektorat Aceh tahun 2013-2014, dapat diduga telah terpenuhinya unsur terjadinya dugaan tindak pidana kasus korupsi pada SKPA Pengairan Aceh.[HK]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *