,

Dua warga Trumon Terseret Arus, Satu Meninggal

TRUMON – Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Selatan sepakan terakhir membuat debit air sungai naik dan deras. Dua warga terseret arus, salah satunya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, satu lagi masih dalam pencarian.
 
Kejadian pertama menimpa Safi`i (50) warga Desa Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur, yang terseret arus sungai Desa Pinto Rimba saat hendak pulang ke rumahnya dari kebun pada Minggu, 20 November 2016 sekitar pukul 17.00 WIB.
 
Camat Trumon Timur, T Masrizar melaporkan, saat hendak pulang ke rumahnya dalam kondisi sedang diguyur hujan lebat, korban bersama seorang temannya menyeberang sungai Pinto Rimba menggunakan ban mobil bekas yang diikat pada tali.
 
“Teman korban yang sudah lebih dulu menyeberang sungai, menarik korban yang berpegangan pada ban mobil bekas, entah bagaimana tiba-tiba lepas. Arus sungai yang sangat deras dengan seketika langsung menyeret korban hingga hilang,” kata Masrizar, Selasa, 22 November 2016.
 
Menurutnya, proses pencarian oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK), Satgas SAR bersama Basarnas Pos Meulaboh, Polres Aceh Selatan, anggota Brimob Kompi Trumon serta Muspika Trumon Timur sejak Minggu hingga Selasa pagi (20-22/11) belum membuahkan hasil.
 
“Saya bersama tim gabungan sudah dua malam tidur di Posko pencarian yang didirikan di Desa Pinto Rimba. Petugas sudah melakukan penyisiran dan penyelaman disepanjang sungai dengan menggunakan tiga unit rubber boat dibantu perahu masyarakat setempat,” kata Masrizar seraya menyatakan proses pencarian kembali dilanjutkan Selasa pagi.
 
Dia menambahkan, selama proses pencarian yang telah berlangsung selama dua hari, tim gabungan mengalami kendala dan hambatan karena arus sungai yang masih deras disertai air berwarna kuning, menyulitkan petugas menemukan korban saat melakukan penyelaman ke dalam air.
 
“Untuk mempercepat proses pencarian korban, tim gabungan juga telah mendatangkan orang pintar. Berdasarkan penerawangan orang pintar, korban diperkirakan sudah jauh terseret arus sungai yang bermuara ke pesisir pantai Kecamatan Trumon tersebut,” ungkap Masrizar.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Aceh Selatan, Rahmad Humaidi mengatakan, selain di Trumon Timur korban hilang terseret arus sungai juga menimpa Abdul Haris (60) warga Desa Gunung Rotan, Kecamatan Labuhanhaji Timur.
 
Korban terseret arus sungai juga saat hendak pulang ke rumah dari kebunnya sekitar pukul 15.00 WIB. Menurut Rahmad Humaidi, proses pencarian oleh puluhan masyarakat setempat dibantu petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Satgas SAR bersama Basarnas Pos Meulaboh dan Muspika Labuhanhaji Timur berhasil menemukan korban tidak jauh dari lokasi tempat kejadian perkara pada hari itu juga sekitar pukul 22.00 WIB malam.
 
Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri yang terjun langsung melakukan proses pencarian mengatakan, penemuan korban terseret arus sungai di Desa Gunung Rotan, Labuhanhaji Timur, bermula dari kecurigaan seorang warga setempat yang sedang mencari durian saat melihat seekor burung hantu berputar-putar di sekitar pinggir sungai.
 
“Karena merasa penasaran, kemudian orang tersebut mendatangi lokasi keberadaan burung itu. Ternyata benar dilokasi itu ditemukan korban tersangkut batu di pinggir sungai. Penemuan itu langsung dilaporkan kepada tim pencari. Dibantu masyarakat setempat, korban langsung di evakuasi ke rumah duka pada malam itu juga,” jelasnya.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *