,

Dua Penjual Kulit Harimau Diciduk Polisi

TAPAKTUAN – Polres Aceh Selatan berhasil mengungkap tindak pidana perdagangan atau jual beli kulit satwa dilindungi yakni kulit Harimau Sumatera di Gampong Kapeh, Kecamatan Kluet Selatan.

Polisi berhasil menciduk dua orang tersangka masing-masing Sarkawi Bin Warigo (41) asal Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulusalam dan Sabaruddin Bin M Yusak asal Gampong Subulussalam Utara, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Selain menangkap pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti kulit harimau yang disembunyikan di rumah orang tua salah satu tersangka di Kecamatan Kluet Selatan.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono ST didampingi Kasat Reskrim Iptu Irwansyah saat menggelar konfrensi pers di Mapolres, Tapaktuan, Senin, 23 Juli 2018 menjelaskan, tindak pidana penyimpanan dan perdagangan kulit satwa dilindungi tersebut diketahui polisi dari laporan masyarakat. Kedua tersangka ditangkap pada Sabtu, 14 Juli 2018.

“Saat itu petugas dari Satreskrim sedang melakukan patroli rutin di Kecamatan Kluet Selatan. Saat sedang berpatroli polisi mendapatkan informasi sedang berlangsung transaksi jual beli kulit harimau di sebuah rumah di Gampong Kapeh, Kluet Selatan,” ujarnya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personil Satreskrim melakukan pengecekan atas kebenaran informasi. Hasil pelacakan polisi, ternyata benar sedang berlangsung transaksi kulit harimau di rumah orang tua Sabaruddin.

Sekitar pukul 13.00 WIB polisi langsung melakukan penggrebekan rumah sasaran. Di dalam rumah diamankan dua orang pelaku atas nama Sarkawi dan Sabaruddin. Setelah di interogasi oleh petugas, diketahui bahwa kulit harimau yang akan dijual tersebut disimpan di belakang pintu di bagian ruang tamu. Saat diambil kulit harimau tersebut di belakang pintu ternyata sudah dimasukkan kedalam karung warna putih.

“Setelah dipastikan bahwa karung di belakang pintu berisi kulit harimau, selanjutnya polisi langsung menggelandang kedua pelaku bersama barang bukti ke Mapolres Aceh Selatan guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” kata kapolres.

Kedua pelaku mengaku harimau yang dikuliti tersebut ditangkap saat terjaring perangkap babi, mereka membelinya dari seorang warga Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan. Kulit harimau tersebut akan dijual dengan harga Rp 15 juta. Rencanya akan dijual kembali ke seorang pembeli yang akan diseludupkan ke Cina.

“Kedua tersangka ini sedang menunggu datangnya pembeli. Harga dilepas kepada pembeli tersebut mencapai Rp 50 juta. Selanjutnya, pembeli itu akan mengekspor kulit harimau itu ke Tiongkok tentu dengan harga lebih fantastis lagi,” ungkap kapolres.

Kedua tersangka dijerat pasal 21 ayat 2 huruf (b) Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta.

Pihaknya, sambung Kapolres, terus mengungkap kasus itu secara serius. Polisi terus memburu salah seorang warga Kecamatan Trumon yang disebut-sebut berstatus pelaku utama karena pihak pertama menjual kulit harimau tersebut kepada kedua tersangka.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *