,

Dua Pemuda Laporkan Satpol PP ke Polisi

BLANGKEJEREN – Dua orang pemuda tanggung di Kabupaten Gayo Lues melaporkan Satpol PP dan WH setempat ke pihak polisi. Mereka mengaku telah dianiaya saat diinterogasi.

Kapolres Gayo Lues, AKBP Bhakti E Nurmansyah melalui Kapolsek Blangkejeren Iptu Suwandi, Kamis, 7 April 2016 mengatakan, pelapor yang tidak senang atas penganiayaan itu adalah Muhamad Teguh Elang Mutia (18) warga desa Kutelintang, dan rekannya Burhanudin warga desa Leme Blangkejeren.

“Laporannya bernomor: LP.B/27/III/2016/Aceh/Res Gayo Lues Polsek BKJ, yang isinya tentang ketidak senangan pelapor terhadap Satpol PP dan WH atas dugaan penganiayaan yang dilakukan di kantor Satpol PP setempat pada Rabu sekitar pukul 00:00 Wib,” kata Suwandi.

Berdasarkan laporan korban lanjut Suwandi, peristiwa dugaan penganiayaan itu bermula saat Muhamad Teguh Elang Mutia, dan Burhanudin duduk di Halte Bus Blangsere simpang menuju Rumah Bupati Gayo Lues H Ibnu Hasim bersama pasangannya S (Pelajar) dan J (Pelajar) Rabu pukul 00:00 Wib.

“Jadi saat kedua pasangan ini duduk di tengah kegelapan datang anggota Satpol PP dan WH, dan menyuruh agar naik ke atas mobil, kemudian dibawa ke kantor untuk dilakukan interograsi, serta menyita HH ke empat muda-mudi ini,” katanya menceritakan.

Muhamad Teguh dan Burhanudin mengaku dibawa ke dalam salah satu ruangan, dan pasangannya dibawa ke ruangan lain, saat itulah, kedua pemuda ini mengaku dipukuli tiga anggota Satpol PP mengunakan kaki dan kanan di bagian muka dan dada, di bagian kemaluan, serta ditunjang menggunakan kaki kanan anggota Satpol PP di bagian perut, baru setelah itu disuruh mencuci piring kotor Satpol PP.

“Kemudian setelah pukul 3:00 Wib, orang tua korban ini datang, jadi mereka tidak senang atas perlakuan Satpol PP ini, dan setelah melaporkan kejadian ke Polsek, kami langsung menyuruh korban untuk Visum, namun tidak dikeluarkan suratnya karena tidak ada luka memarnya lagi, untuk itu pelaku yang menganiaya akan dikenakan Pasal 351 tentang Penganiayaan ringan saja,” jelas Suwandi.

Sementara Kepala Satpol PP dan WH Gayo Lues Jus Malayara Senye yang dikonfirmasi membantah pihaknya telah menganiaya dua orang pemuda yang ditangkap Satpol PP, sebab saat kejadian dirinya juga berada di kantor Satpol PP.

“Kami tidak pernah melakukan kekerasan terhadap orang yang kami tangkap, apa lagi sampai menganiaya, itu tidak betul. Satpol PP dan WH hanya mengamankan kedua pasangan itu dari amukan masa yang sudah memergoki sedang berpacaran di tengah malam dan di tempat sepi, jadi kami bawa ke kantor untuk dinasehati,” katanya.

Selama di kantor Satpol PP kata Jus Malayara Senye, pasangan yang telah amankan itu diberi nasehat dan wajib datang ke kantor Satpol PP selama tiga kali berturut-turut, hal itu dilakukan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya dan memberikan pembekalan ilmu keagamaan.

“Dalam BAP yang kami buat, pelaku mengaku telah bersalah karena pada malam hari berpacaran di tempat yang gelap, tidak akan mengulangi kesalahannya lagi, dan hingga hari ini masih berstatus pembinaan, bahkan orang tuanya saja mengaku berterima kasih atas pengamanan ini, kalau tidak bisa babak belur dihakimi masa,” ujar Kepala Satpol PP.

Dalam berkas yang dikantongi anggota Satpol PP dan WH, satu dari dua wanita yang berstatus pelajar yang diamankan Satpol PP dan WH sudah pernah sebelumnya ditangkap bersama pria lain, dan penangkapan ini sudah kali kedua.

“Kalau memang sudah dilaporkan ke Polsek Blangkejeren, itu tidak masalah, yang jelas kita tidak berbuat sewenang-wenang, kalau disuruh nyuci piring biar ada efek jeranya saja, karena pasangan itu sudah melampaui batas keluar hingga tengah malam, masyarakat bisa menilai keluar tengah malam berpasang-pasangan itu ngapain, makanya kami lakukan pembinaan,” terangnya.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *