,

Dua Kakek Cabuli Tiga Murid SD di Meukek

TAPAKTUAN – Aparat kepolisian dari Polsek Meukek dan Polres Aceh Selatan, menciduk dua orang kakek berinisial DA (60) dan AU (55) di Gampong Blang Kuala, Kecamatan Meukek, karena diduga telah mencabuli tiga anak di bawah umur.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Irsal, Senin, 30 Oktober 2017 mengungkapkan untuk memuluskan aksi bejatnya, kedua kakek ini mengiming-imingi uang jajan kepada tiga anak perempuan yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) tersebut.

Terungkapnya kasus ini, bermula dari kecurigaan salah seorang kakak korban melihat seperti ada yang beda dari tingkah salah seorang adiknya. Ketika diinterogasi, korban mengaku telah dicabuli oleh DA. Untuk memastikan hal itu, selanjutnya pihak keluarga membawa korban ke Puskesmas Meukek. Ternyata benar, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, alat kemaluan korban telah robek.

“Berbekal hasil visum dokter kemudian keluarga korban membuat pengaduan ke Polsek Meukek. Menindaklanjuti itu petugas unit Reskrim Polsek Meukek bersama unit Opsnal Satreskrim Polres Aceh Selatan langsung menciduk kedua tersangka di rumahnya di Gampong Blang Kuala,” ungkap Muhammad Irsal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, lanjutnya, perbuatan bejat itu telah dilakukan oleh kedua pelaku sejak lama dan berulang-ulang. Kepada korban, pelaku mengiming-imingi uang jajan Rp 5.000 setiap kali dicabuli. “Perbuatan bejat itu telah dilakukan oleh kedua pelaku secara berulang-ulang. Diperkirakan lebih lima kali,” jelasnya.

Berdasarkan pemeriksaan, pelaku berinisial DA (60) dan AU (55) selain melakukan dugaan pencabulan terhadap dua anak perempuan berstatus adik kakak masing-masing berinisial MP (12) dan MT (9). Juga diketahui telah melakukan hal serupa terhadap anak perempuan berinisial FA (12) juga warga Gampong Blang Kuala, Kecamatan Meukek. Ketiga anak perempuan yang masih di bawah umur ini merupakan tetangga pelaku.

DA mengaku dari lima kali pencabulan terhadap korban, tiga diantaranya dia lakukan di rumahnya sedangkan dua kali lagi di semak-semak pinggiran Gampong Blang Kuala.

Sedangkan tersangka AU mengaku hanya baru sekali melakukan perbuatan tersebut. Itupun, kata dia, karena sudah terpaksa karena salah seorang korban yang masih memakai pakaian sekolah datang langsung ke rumahnya. “Korban langsung membuka pakaian sekolahnya dan langsung naik ke atas tubuh saya,” ungkap AU.

Atas perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan pasal 76E UU RI Nomor : 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor : 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman perjara maksimal selama 15 tahun dan denda sebesar Rp 5 miliar.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *