Dua Caleg Petahana Tumbang di Dapil Tiga

0
6373

TAPAKTUAN – Dua calon anggota legislatif (Caleg) petahanan DPRK Aceh Selatan kalah di daerah pemilihan (dapil) 3 Tapaktuan-Samadua. Kedua caleg petahana tersebut adalah Rustaman dari Nasdem dan Muhammad Nasir Gani dari PAN.

Ddi dapi tersebut kursi pertama diprediksi akan diraih oleh Partai Nasional Aceh (PNA) dengan mengumpulkan total suara sebanyak 4.162 dari 6 orang caleg, suara terbanyak diraih Rema Mishul Azwar sebanyak 1.316. Diposisi kedua Sihal Saputra Ali sebanyak 956 suara, Harmaini 618 suara, Sudirjo 617 suara, Busra 554 suara dan Sri Wahyuni 47 suara.

Untuk kursi kedua diprediksi akan diraih oleh PPP dengan total suara yang telah dikumpulkan sebanyak 3.642. Dari 5 orang caleg, suara terbanyak diraih caleg petahana yakni Yenni Rosnizar sebanyak 1.198 suara, Ernawati sebanyak 923 suara, Kudri Amal 712 suara, Suhardi 662 suara dan Syairil Imran 90 suara.

Kursi ketiga diprediksi akan diraih oleh Golkar dengan total suara yang telah dikumpulkan sebanyak 3.538 suara. Dari 5 orang caleg, suara terbanyak diraih Siska Elviadi Rajo Evi sebanyak 1.256 suara. T. Mudasir 1.040 suara, Diah Muslinda 690 suara, Andi Setiawan 464 suara, sementara Rosnalita 0 suara.

Kursi keempat diprediksi akan diraih oleh Gerindra dengan total jumlah suara sebanyak 2.347. Dari 5 orang caleg, suara terbanyak juga diraih caleg petahana yakni Hadi Surya 1.897 suara, Sutan Afdhal 228 suara, T. Irsan 87 suara, Rafni Afnidar 24 suara dan Ana Darliana 8 suara.

Kursi kelima diprediksi akan diraih Partai Demokrat dengan total suara yang diraih sebanyak 2.067. Dari 5 orang caleg, suara terbanyak juga diraih caleg petahana yakni H. Helmi 1.100 suara.

Partai PNA juga berpotensi meraih 2 kursi DPRK Aceh Selatan di daerah pemilihan (dapil) V Bakongan-Trumon. Dari hasil perhitungan sementara internal caleg yang telah menyebar luas tersebut, dari 5 kursi dewan yang diperebutkan di dapil V Bakongan-Trumon, PNA berhasil keluar sebagai partai politik yang mampu mengumpulkan suara terbanyak yakni mencapai 4.140 suara.

Diurutan kedua adalah Partai Aceh (PA) dengan mengumpulkan sebanyak 2.615 suara. Diurutan ketiga Partai Demokrat sebanyak 2.275 suara. Dan urutan keempat Partai Nasdem sebanyak 1.914 suara. Terakhir diurutan kelima PPP 1.371 suara.

Keterangan dihimpun dari berbagai sumber, caleg peraih suara terbanyak diinternal PNA dapil V adalah caleg incumbent atas nama Amirudin. Kemudian dari PA atas nama Adi Samridha. Nasdem atas nama Awaludin dan dari Demokrat adalah caleg incumbent yang juga menjabat Ketua Partai Demokrat Kabupaten Aceh Selatan, T. Bustami.

Untuk kursi kelima, diprediksi kembali jatuh ke PNA. Karena berdasarkan konversi suara menjadi kursi dengan metode sainte lague, dari jumlah total suara PNA sebanyak 4.140 : 3 = 1.380. Sedangkan total perolehan suara PPP di dapil V Bakongan-Trumon tersebut hanya sebanyak 1.371 suara.

Jika benar kursi kelima tersebut kembali jatuh ke PNA, maka caleg PNA yang meraih kursi terakhir tersebut adalah antara Suhaida dengan Dailami (Mantan Camat Bakongan)

Menyikapi banyaknya penghitungan cepat yang direalise internal caleg ataupun partai politik, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Selatan meminta kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh terhadap hasil penghitungan cepat (quick count) baik Pilpres maupun Pileg yang dilakukan pihak-pihak tertentu.

Masyarakat diminta tetap tenang menunggu sampai selesainya rapat pleno penghitungan suara yang akan dilaksanakan KIP setempat, mulai 22 April – 7 Mei 2019 mendatang.

“Kita minta masyarakat tidak terpengaruh apalagi sampai terprovokasi akibat tidak puas dengan hasil perhitungan cepat yang dilakukan pihak tertentu. Masyarakat kita himbau agar menunggu hasil perhitungan resmi oleh penyelenggara pemilu,” kata Ketua KIP Aceh Selatan, Saiful.

Saiful mengatakan, pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019 di Aceh Selatan mulai dari tahap pemungutan suara hingga tahap penghitungan suara ditingkat TPS telah berjalan lancar dan sukses tanpa ada kendala dan hambatan berarti.

Khusus terkait penghitungan suara, ia mengakui ada sedikit hambatan karena sejumlah TPS di Kecamatan Tapaktuan dan Trumon mengalami kekurangan kertas C1 Plano. Namun, menurutnya, kendala itu bisa diatasi dengan cepat dengan cara dijemput kertas C1 Plano yang terlanjur lebih didistribusikan ke kecamatan lain. “Sebenarnya itu bukan kendala karena bisa diatasi dengan cepat sehingga tidak sampai mengganggu tahapan yang sedang berjalan,” tegasnya.

Saat ini, lanjut Saiful, seluruh kotak suara bersama logistik pemilu lainnya telah ditarik kembali dari masing-masing TPS ke pusat kecamatan untuk disimpan di gudang logistik PPK, menunggu digelarnya rapat pleno di tingkat PPK.

“Berdasarkan jadwal rapat pleno tingkat PPK itu dimulai 18 April – 4 Mei 2019. Tapi rata-rata PPK di Aceh Selatan akan memulai rapat pleno pada Sabtu, 20 April 2019,” ungkapnya.

Untuk mencegah terjadinya kecurangan serta saling curiga-mencurigai, KIP Aceh Selatan menyerukan kepada seluruh saksi caleg dari masing-masing partai politik ataupun saksi Pilpres yang telah ditunjuk, agar mengikuti secara teliti dan cermat dari awal sampai selesai proses rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPK.

Setelah selesai rapat pleno tingkat PPK, akan digelar rapat pleno rekapitulasi suara tingkat kabupaten mulai 22 April – 7 Mei 2019 mendatang.[HM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here