,

DSN Sosialisasi Empat Fatwa Baru

JAKARTA – Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali mensosialisasikan empat fatwa baru terkait regulasi perbankan syariah. Fatwa-fatwa tersebut dikeluarkan untuk mendorong pertumbuhan industry keuangan syariah di Indonesia.

Bendahara Umum DSN MUI, Muhammad Nadrattuzaman, menjelaskan, sosialisasi dilakukan Rabu, 24 Februari 2016 di gedung Bank Syariah Mandiri (BSM). Kegiatan tersebut juga ajang silaturrahmi dengan para pelaku industry, regulator, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan. “Fatwa-fatwa itu untuk mendorong market share Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Para ulama dari DSN MUI terlibat langsung dalam sosialisasi ini,” jelasnya.

Nadrattuzaman melanjutkan, fatwa itu diperlukan karena kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap keuangan syariah sangat besar. “Diharapkan silaturahmi ini akan terjadi sinergistas dalam pengembangan keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya.

Masih menurut Nadrattuzaman, sosialisasi tersebut sekaligus memberikan informasi atas regulasi-regulasi baru dari masing-masing regulator. Yakni untuk menyerap informasi-informasi dari pelaku industri terkait problem-problem dalam rangka memajukan industri keuangan syariah di Indonesia.

Ia mengakui bahwa bahwa industri keuangan syariah di Indonesia memiliki potensi yang besar untuk berkembang dengan pesat. Hal ini tentu tidak lepas adanya dukungan masyarakat. Untuk meresponnya perlu berbagai pihak terutama DSN-MUI, industri dan para regulator untuk duduk bersama dalam merespon keinginan-keinginan masyarakat.

“Dengan adanya fatwa-fatwa terbaru yang dikeluarkan oleh DSN MUI merupakan upaya mempercepat akselerasi indusri keuangan syariah untuk lebih agresif apalagi hingga saat ini market share-nya masih rendah,” pungkas Nadra.

Keempat fatwa yang disosialisakan tersebut adalah: Fatwa DSN-MUI No.96/DSN-MUI/IV/2015 tentang Transaksi Lindung Nilai Syariah (Al-Tahawwuth Al-Islami/Islamic Hedging) atas Nilai Tukar dan Keputusan DSN-MUI No.02/DSN-MUI/XII/2015 tentang Pedoman Implementasi Transaksi Lindung Nilai Syariah (Al-Tahawwuth Al-Islami/Islamic Hedging) atas Nilai Tukar.

Fatwa DSN-MUI No.97/DSN-MUI/XIII/2015 tentang Sertifikasi Deposito Syariah. Fatwa DSN-MUI No.99/DSN-MUI/XII/ 2015 tentang Anuitas Syariah untuk Program Pensiun dan Fatwa DSN-MUI No. 100/DSN-MUI/XII/2015 tentang Pedoman Transaksi Voucher Multi Manfaat Syariah.[rls]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *