DPRK dan MPD Bahas Tunggakan Dana Sertifikasi Guru

0
151

BLANGKEJEREN – Majelis Pendidikan Daerah Kabupaten Gayo Lues bersama guru dan kepala sekolah melaporkan tunggakan tunjangan dana sertifikasi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRK) setempat, Rabu, 13 Februari 2019 dalam pertemuan di Aula Dinas Pendidikan Negeri Seribu Bukit tersebut.

Dalam pertemuan itu, Ketua MPD Gayo Lues, H Abu Bakar Djasbi mengatakan, ada banyak hal yang harus dilakukan dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan mutu, salah satunya memberikan izin belajar bagi dewan guru guna melanjutkan pendidikan, memberikan tunjangan khusus bagi sekolah terpencil selain tunjangan sertifikasi, serta memperbaiki gedung belajar yang sudah rusak.

“Ketika tunjangan khusus ini diberikan bersama dana sertifikasi, maka guru dan Kepsek juga harus memberikan mutu pendidikan yang lebih bagus, setidaknya ada peningkatan setiap tahunya. Artinya harus dilakukan evaluasi sehingga guru dan Kepsek juga memiliki tanggung jawab,” katanya.

Sementara itu Ketua DPRK Gayo Lues, H Ali Husin mengatakan, masalah keuangan dunia pendidikan jauh berbeda dengan yang lainya, pihaknya di DPRK selalu mengutamakan usulan Dinas Pendidikan, sehingga setiap tahun anggaran Dinas Pendidikan mencapai 20 persen dari total anggaran Kabupaten Gayo Lues.

“Kami sadar, kalau guru tidak aktif mengajar karena banyak kekurangan fasilitas, maka bagaiman nasip anak-anak Gayo Lues ke depanya, untuk itu masalah sertifikasi langsung saya perintahkan komisi D untuk turun tanggan pergi ke Jakarta untuk menyelesiaikannya,” katanya di hadapan ratusan guru dan kepala sekolah.

Saat ini kata Ketua DPRK, masalah tunggakan tunjangan sertifikasi dewan guru sudah tidak ada masalah lagi, SKnya sudah selesai dan tinggal pengamprahan lagi ke Badan Pengelola Keuangan Daerah. Setelah itu tunjangan yang menunggak langsung masuk kerekening para guru.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi D DPRK Gayo Lues, Ramli Syarif menjelaskan, masalah sertifikasi sudah seperti benang kusut yang sudah bisa diselesaikan dengan bijak oleh semua pihak yang terkait, dan untuk pengamprahanya ke rekening penerima kemungkinan hanya persayaratan dari Kepala Sekolah lagi yang harus dibutuhkan.

Menanggapi hal itu Asisten II Pemkab Gayo Lues, Muhammad Noh mengatakan, yang menjadi prioritas pembahasan adalah bagaiman supaya mutu pendidikan di Gayo Lues bisa lebih baik, dan jika harus diberikan tunjangan khusus lagi kepada guru dan kepala sekolah di daerah terpencil selain dana sertifikasi, maka guru juga harus berjanji dan menjamin adanya peningkatan mutu pendidikan.

“Masalah tunjangan khusus bagi sekolah terpencil ini sudah saya sampaikan kepada Bupati. Yang paling mengembirakan adalah selesainya permasalahan dana sertifikasi yang belum dibayarkan. Tapi ada juga yang menjadi permasalahan saat ini, yaitu guru tidak siap dengan kemajuan siswa yang mencapai dua kali lipat, ini permasalahan yang sangat besar yang harus kita selesaikan,” katanya.

Permasalahan kemajuan siswa itu terhadap teknologi kata Muhammad Noh hanya bisa diatasi dengan cara semua guru belajar, terutama belajar mengatasi permasalah siswa. Sehingga apapun yang terjadi di kalangan siswa bisa diatasi.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Gayo Lues, Wardana didampinggi Zulkifli Kabid Dikdas mengatakan, dana sertifikasi yang menunggak memang tidak ada lagi permasalahnya, tetapi ada hal-hal yang harus dilengkapi masing-masing Kepala sekolah untuk melengkapi berkas pencairan ke bagian keuangan.

“Tidak ada masalah lagi bukan berarti langsung besok keluarnya, kemungkinan pencairan dana serifikasi akan bersamaan pencairan Uang Persediaan (UP) kantor yaitu diawal bulan Maret 2019 ini, jangan nanti dua hari ini belum masuk guru langsung demo, makanya kami jelaskan sekarang,” katanya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here