,

DPRK Banda Aceh Tetapkan Lima Komisioner KIP

BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menetapkan dan mengesahkan lima (5) anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh periode 2018-2023. Pengesahan ini dilakukan dalam sidang paripurna penyampaian laporan pansel KIP di Banda Aceh, Senin, 25 Juni 2018 di ruang sidang utama DPRK Banda Aceh.

Kelima komisioner KIP baru tersebut adalah Indra Milwady, Yushadi, Yusri, Muhammad AH, dan Hasbullah. Sedangkan 5 orang lainnya yaitu Irsal Ambia, Hidayat, Hamdan, Fadli, dan Destika Gilang Lestari ditetapkan sebagai cadangan.

Ketua DPRK Banda Aceh, Arief Fadillah menjelaskan, kelima nama komisioner KIP Banda Aceh yang baru ini akan segera dikirim ke KPU pusat untuk di-SK-kan yang selanjutnya bisa dilantik oleh Wali Kota Banda Aceh, dimana waktu dan tempat akan disepakati bersama antara DPRK dan Walikota.

Sementara itu anggota komisi A DPRK Banda Aceh yang sekaligus anggota Pansel KIP, Irwansyah dalam laporan di hadapan sidang paripurna menyampaikan bahwa seleksi calon anggota KIP Banda Aceh berjalan lancar sesuai tahapan. Tahapan ini di mulai dari pembentukan tim independen yang merujuk pada Qanun Aceh No 6 tahun 2016.

Menurut Irwansyah, tim Independen langsung bekerja dalam waktu dua bulan sejak dibentuk. Dari 73 orang yang mendaftar sebagai peserta, 72 orang dinyatakan lulus administrasi, namun hanya 71 orang ikut seleksi ujian tulis karena satu peserta tidak hadir. Selanjutnya sejumlah mengikuti tes psikologi, kesehatan dan narkoba, dan uji mampu baca Alquran serta wawancara.

Pada hari Rabu 6 Juni 2018, Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan, Syahrul Rizal menyerah 15 nama kepada Panitia Seleksi (Pansel) selanjutnya pansel pada hari yang sama melaksanakan rapat internal untuk melaksanakan fit and proper test.

“Hari Jumat 8 Juni 2018 pansel langsung melaksanakan fit and proper test, dan dari hasil fit dan proper tes tersebut komisi A menetapkan 5 calon terpilih dan 5 cadangan” ujar Irwansyah yang juga politisi PKS.

Dalam laporan tersebut Irwansyah juga menyampaikan bahwa saat rapat pleno untuk menyusun peringkat peserta, salah satu anggota pansel yaitu Iskandar Mahmud tidak hadir mengikuti rapat pleno karena berhalangan, Namun rapat pleno tetap dilanjutkan dan berita acara di tantangani oleh 5 Pansel saja.

“Hal ini perlu kami sampaikan agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Kami berharap agar kita semua bisa selalu menjalin komunikasi yang baik dan harmonis serta mematuhi peraturan perundang-undangan yg berlaku di Indonesia,” ujar Irwansyah.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *