,

Docking Boat PPI Lhok Bengkuang Telantar

TAPAKTUAN – Bangunan docking boat di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan, sudah dua tahun terlantar. Pembangunannya didanai melalui APBK Aceh Selatan tahun anggaran 2014, namun hingga kini tidak bisa digunakan oleh nelayan.

Tidak bisa dimanfaatkannya fasilitas yang bernilai miliaran rupiah tersebut selain disebabkan karena konstruksi bangunan yang tidak sesuai spesifikasi, juga kerena kolam pelabuhan di sekitar docking sangat dangkal.

Ikhwan Usman, nelayan Lhok Bengkuang, Rabu, 19 Oktober 2016 mengatakan, akibat bangunan docking tidak bisa digunakan, para nelayan yang ingin memperbaiki boat terpaksa harus mencari fasilitas docking di tempat lain di luar Kecamatan Tapaktuan.

“Terus terang kami kecewa melihat realisasi pekerjaan proyek docking tersebut karena tidak sesuai dengan keinginan dan harapan para nelayan di sini. Sebab selain kolam pelabuhannya sangat dangkal juga ruangan tempat boat naik doc juga sangat sempit,” ungkapnya.

Ikhwan juga mempertanyakan sejumlah peralatan mesin docking kapal yang sebelumnya terpasang lengkap di bangunan tersebut, namun saat ini justru tidak terlihat lagi. “Padahal saat pertama-tama beroperasi tahun 2014 lalu, sejumlah peralatan tersebut terlihat lengkap, sudah dimanakah keberadaan peralatan tersebut saat ini?” tanyanya.

Nelayan lainnya, Muhtar menuturkan, sebelum docking tersebut dibangun para nelayan setempat sudah menyarankan Dinas Kelautan dan Perikanan melakukan pengerukan kolam pelabuhan terlebih dulu sebelum proyek dikerjakan. Namun sayangnya, kata Mukhtar, permintaan tersebut diabaikan begitu saja.

Mukhtar meminta kepada pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan agar segera memperbaiki kembali fasilitas docking tersebut termasuk melakukan pengerukan kolam pelabuhan yang sudah sangat dangkal.

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, Cut Yusminar mengatakan pihaknya sudah sejak dari awal mempersiapkan anggaran untuk memperbaiki kembali fasilitas docking kapal dan pengerukan kolam pelabuhan di PPI Lhok Bengkuang.

Namun sayangnya, disaat rencana tersebut hendak direalisasikan secara tiba-tiba mayoritas nelayan membuat surat pernyataan meminta agar mengalihkan anggaran untuk pembangunan sambungan break water di sekitar pintu masuk kolam pelabuhan.

“Sebenarnya, jika para nelayan tidak meminta anggaran itu dialihkan untuk membangun break water, maka pada tahun 2016 ini kami sudah melakukan pengerukan kolam pelabuhan termasuk memperbaiki kembali bangunan docking kapal,” ungkapnya.

Sedangkan terkait kondisi bangunan docking kapal yang berukuran kecil, Cut Yusminar menjelaskan bahwa fasilitas docking tersebut memang khusus diperuntukkan bagi boat nelayan berukuran kecil yakni antara 3 hingga 5 GT ke bawah.

Terhadap boat nelayan di atas 5 GT, kata dia, maka untuk keperluan naik dock harus ke Pasie Meukek, itupun fasilitas yang tersedia di Pasie Meukek dibatasi terhadap boat sampai 30 GT. Untuk boat 30 GT ke atas, sampai saat ini belum tersedia fasilitas docking di Aceh Selatan sehingga jika ingin naik dok terpaksa harus ke luar daerah.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *