,

Dituding Garap Lahan HGU, 20 Orang Warga Trumon Timur Diperiksa Polisi

Sekitar 20 orang warga Kapa Sesak, Trumon Timur, Aceh Selatan terancam terjerat kasus hukum karena menggarap atau membuka lahan pertanian di lahan yang diklaim masuk ke lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik perusahan perkebunan sawit PT Asdal Prima Lestari.

Jaya, warga Kapak Sesak, Senin, 10 April 2017 mengungkapkan, para warga menggarap lahan pertanian untuk bercocok tanam demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Lahan itu memang milik nenek moyang mereka zaman dulu yang dikelola secara turun temurun. “Tapi tanpa diduga tindakan warga tersebut dianggap pelanggaran hukum karena diklaim masuk kedalam lahan HGU PT Asdal,” jelasnya.

Pihak PT Asdal kemudian melaporkan hal tersebut ke Polres Aceh Selatan. Ironisnya kata Jaya, polisi langsung memanggil dan menyita sejumlah barang bukti peralatan pertanian milik warga pasca menerima laporan dari pihak PT Asdal.

Menurut Jaya, lahan yang digarap 20 warga Kapa Sesak itu merupakan lahan tanah adat atau tanah ulayat yang memang sudah dikelola atau digarap oleh masyarakat setempat secara turun temurun sejak zaman dulu.

“Buktinya, selain di lahan itu sudah ada sejumlah tanaman keras seperti pohon kelapa, pinang dan lain-lain juga terdapat sejumlah kuburan orang sudah meninggal dunia. Keberadaan kuburan itu membuktikan bahwa itu merupakan bekas perkampungan penduduk zaman dulu. Sehingga sangat wajar jika masyarakat setempat kembali menggarap lahan tersebut,” ungkapnya.

Jaya menyayangkan sikap polisi yang langsung memeriksa para warga terlapor tersebut. Bahkan menurut informasi mereka terima, ke-20 orang warga tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka karena menurut keterangan Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK berkas pemeriksaan ke 20 orang warga tersebut sudah berada di Kejaksaan Negeri Aceh Selatan sedang menunggu waktu untuk dilimpahkan ke tahap penuntutan di Pengadilan Negeri Tapaktuan.

Menyikapi kondisi itu, menurut Jaya, puluhan warga Gampong Kapa Sesak berencana kembali akan menggelar aksi protes dengan cara menggelar demonstrasi dalam waktu dekat ini di Kantor Camat dan Mapolsek Trumon Timur.

“Masyarakat setempat mengaku sudah pasrah karena tidak tahu lagi harus mengadu kepada siapa. Sudah mengadu kepada Kapolres justru tidak direspon, termasuk kepada Bupati HT Sama Indra, juga tidak memberikan respon yang serius untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” pungkasnya.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *