,

Distan Harus Ciptakan Benih Bersertifikat

BLANGKEJEREN – Dinas Pertanian (Distan) Gayo Lues diminta untuk menciptakan benih unggul bersertifikat, agar produksi padi di negeri seribu bukit tersebut meningkat. Selama ini Gayo Lues mendatangkan benih unggul dari kabupaten lain.

Permintaan itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Aceh, Prof Abubakar Karim, Kamis, 26 Mei 2016 saat melakukan penanaman perdana tanam serentak desa mandiri benih 2016 di desa Penomon Jaya, Kecamatan Rikit Gaib, Gayo Lues.

“Gayo Lues busa membuat benih unggul sendiri, dengan catatan, benih yang dihasilkan harus berkualitas, sehingga Dinas Pertanian Aceh bisa mengeluarkan sertifikasinya,” kata Abubakar Karim.

Abubakar Karim tak ingin nasib petani di Gayo Lues seperti petani kentang di Bener Meriah dan Aceh Tengah yang selalu menjual hasilnya ke Medan, tetapi untuk mendapatkan benih bersertifikasi, warga harus membeli dari Medan lagi.

“Padahal yang dibeli warga untuk bibit ini merupakan hasil kebun kita sendiri yang disortir di Medan, sehingga dijadikan bibit bersertifikasi oleh pihak lain, kan sama saja, kita jual ke Medan, buah yang kecilnya dijual sama kita lagi,” ujarnya.

Begitu juga dengan petani Alpukat di dataran tinggi Gayo, dengan bangga dan senang, buahnya dijual ke Medan, setelah buahnya dijual dengan harga Rp 12 Ribu per gelas oleh pedagang di Medan, biji Alpukat tersebut dikumpulkan lagi, dan dijadikan sebagai bibit yang sudah bersertifikasi.

“Untuk itu kami akan terus mendorong warga Gayo Lues untuk menghasilkan bibit dan benih yang berkualitas dan bisa dibuatkan sertifikasinya, sehingga kita tidak lagi harus mencari benih dari luar daerah yang menghabiskan banyak uang,” ujarnya.[WP]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *