,

Disperindagkop Bubarkan 53 Koperasi Ilegal

TAPAKTUAN – Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Aceh Selatan telah membubarkan 53 koperasi tanpa kegiatan alias ilegal.

Kadis Perindagkop UKM Aceh Selatan, Mualimin menjelaskan, penutupan 53 koperasi itu dilakukan sebagai upaya penertiban agar program bantuan anggaran yang dialokasikan pemerintah ke koperasi benar-benar tepat sasaran.

Mantan kombatan GAM yang dilantik menjadi Kadisperindagkop UKM pada awal Januari 2017 lalu oleh Bupati Aceh Selatan tersebut mengaku sejak pertama bekerja pihaknya langsung bergerak cepat melakukan verifikasi terhadap seluruh koperasi.

Dari hasil verifikasi itu, dipastikan bahwa dari 408 koperasi yang ada 149 diantaranya terbukti sudah lama tidak aktif lagi. “Dari 149 tersebut, baru sebanyak 53 koperasi yang telah kami bubarkan. Sedangkan sisanya masih dalam proses kelengkapan syarat untuk dibubarkan juga,” jelasnya, Kamis, 2 Maret 2017 di Tapaktuan.

Penertiban koperasi dilakukan sesuai instruksi Bupati HT Sama Indra SH yang menginginkan agar tidak ada lagi koperasi ilegal yang bertujuan mengeruk anggaran bantuan dari pemerintah, setelah itu hilang bak ditelan bumi.

Kabid Koperasi Musni SE menambahkan, berdasarkan peraturan perundang undangan, syarat utama sebuah koperasi dapat di bubarkan adalah sudah tidak pernah lagi melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) berturut turut selama dua tahun serta tidak menjalankan lagi kegiatan usahanya.

“Sebelum sanksi pembubaran kami jatuhkan, terlebih dulu sudah dilayangkan teguran dan pengurus hariannya kami panggil untuk dimintai keterangan dan klarifikasi langsung. Langkah bertujuan agar ke depannya keberadaan koperasi itu bukan hanya tinggal papan nama, sementara kegiatan usaha nihil,” ujarnya.[Hendri Z]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *