,

Disdik Pidie Kembangkan Kurikulum Berbasis Syariah

Dinas Pendidikan Pidie terus melakukan pengembangan kurikulum berbasis syariah. Setelah program satu hari satu ayat sukses berjalan, kini Teungku-teungku dari dayah juga dilibatkan dalam pengembangan silabus dan mengajar tentang ibadah, fiqih dan ahklak.

Kurikulum berbasis syariah sudah dijalankan di sekolah-sekolah di Pidie sejak bulan Juli 2016, namun peresmiannya baru dilakukan oleh Bupati Sarjani Abdullah pada Jumat, 2 September 2016, betepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-57. Peresmian dilakukan di halaman Kantor Bupati Pidie.

Kepala Dinas Pendidikan Pidie, Murthalamuddin menjelaskan, penerapan kurikulum ini dilakukan sore hari pada jam tambahan, seminggu dua atau tiga kali, diatur oleh sekolah masing-masing. Saat diresmikan, program tersebut sudah dijalankan di 7 Sekolah Menengah Atas (SMA), 7 Sekolah Menanga Pertama (SMP), dan di 19 Sekolah Dasar (SD).

“Kurikulum berbasis syariah dengan melibatkan guru-guru dayah ini, dilakukan dan diterapkan untuk mensinergikan pendidikan umum dan pendidikan agama di sekolah-sekolah,” jelas Murthalamuddin.

Penunjukan guru dayah untuk mengajar di sekolah dilakukan melalui musyawarah antara sekolah, komite sekolah, dan dayah. Hal itu dilakukan agar para pihak sepakat tanpa adanya kepentingan pribadi.

Guru-guru sekolah juga diberi kesempatan untuk mengajar santri di dayah tentan pengetahuan umum. “Artinya ini ada pertukaran pengajar antara sekolah dengan dayah. Silabusnya disusun dengan melibatkan kedua pihak dari dayah dan sekolah,” lanjut Murthalamuddin.

Sebelumnya Dinas Pendidikan Pidie juga sudah menerapkan program “Satu Hari Satu Ayat” di sekolah-sekolah. Program ini sudah berjalan sejak 2014. Tujuannya, untuk mengimplementasikan gerakan cinta Alquran di kalangan pelajar.

Untuk mengevaluasi keberhasilan program tersebut, Dinas Pendidikan Pidie melakukan perlombaan One Day One Ayat pada 26 Mei 2016 lalu di lapangan Keunire, Kecamatan Pidie.

Ada lima cabang yang diperlombakan untuk smeua jenjang pendidikan, yakni: tahfizd, imtaq, menerjemahkan Alquran, kaligrafi, serta cerdas-cermat. Lomba yang berlangsung selama 3 hari itu diikuti 1,210 pelajar, mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK. Para pemenang diberikan hadiah tropi dan uang. [Adv]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *