,

Dirjen Perkebunan Sertifikasi Bibit Pala Aceh Selatan

TEROPONGACEH.COM | TAPAKTUAN – Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Bogor, Jawa Barat dijadwalkan akan berkunjung ke Aceh Selatan pada tanggal 23 Agustus 2016 untuk menetapkan hak paten melalui sertifikasi resmi pembibitan tanaman pala di daerah itu.

Kepastian kedatangan tim dari Dirjen Perkebunan dan Balittro tersebut disampaikan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Selatan, Ir Teuku Masrul di Tapaktuan, Kamis, 18 Agustus 2016.

“Ada tiga lokasi pembibitan tanaman pala yang akan di tinjau oleh tim dari Dirjen Perkebunan dan Balittro, masing-masing di Desa Air Pinang dan Air Berudang Kecamatan Tapaktuan dan Desa Blang Kuala Kecamatan Meukek, namun baru-baru khusus lokasi di Desa Blang Kuala telah mulai diserang penyakit ,” kata Teuku Masrul.

Ketiga lokasi yang akan ditinjau tersebut, sambung Masrul, sebelumnya telah ditetapkan oleh Pemkab Aceh Selatan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan sebagai blok penghasil tertinggi komoditi pala pada tahun 2011 lalu. “Masing-masing blok penetapan penghasil tertinggi komoditas pala tersebut memiliki luas sekitar satu hektar sehingga luas keseluruhannya mencapai 3 hektar,” jelasnya.

Dipilihnya lokasi tersebut sebagai blok penetapan penghasil tertinggi komoditas pala, jelas Masrul, karena dari luas keseluruhan tanaman Pala di Kabupaten Aceh Selatan 15.821 hektar, hanya tinggal di dua lokasi tersebut yang belum pernah ditemukan kasus serangan hama penggerek batang dan jamur akar putih yang telah mematikan ribuan hektar tanaman pala.

“Penetapan lokasi ini oleh Pemkab Aceh Selatan, telah melalui kajian dan verifikasi lapangan oleh tim yang ditunjuk. Hasilnya memang mencengangkan sebab sejak terjadinya serangan hama secara besar-besaran mulai tahun 2003 silam hingga sekarang, hanya di lokasi tersebut yang bebas dari serangan hama, kecuali lokasi di Desa Blang Kuala yang baru-baru ini telah mulai terkontaminasi hama,” jelasnya.

Selain terbebas dari serangan hama, kata Masrul, tanaman Pala di tiga lokasi tersebut juga tergolong yang paling banyak menghasilkan produksi buah pala dengan kualitas super dibandingkan lokasi lain dalam wilayah Aceh Selatan.

Ia melanjutkan, jika pihak Dirjen Perkebunan dan Balittro telah menetapkan lokasi tersebut sebagai tempat pembibitan tanaman pala secara resmi melalui Surat Keputusan (SK) Dirjen Perkebunan, maka tempat penangkaran pembibitan Pala di Desa Air Berudang dan Air Pinang Kecamatan Tapaktuan sudah memiliki sertifikasi atau hak paten yang tidak boleh di tiru oleh pihak lain.

“Sertifikasi atau hak paten yang di keluarkan oleh Dirjen tersebut memiliki kekuatan hukum, sehingga siapa saja yang terbukti memanipulasinya akan ada sanksi hukum terhadap yang bersangkutan,” kata dia.

Sertifikasi pembibitan tanaman pala tersebut, ujar Masrul, secara otomatis akan menghasilkan keuntungan secara ekonomi terhadap masyarakat petani pala setempat, karena pihak manapun yang ingin membeli atau mengadakan bibit pala yang bersertifikasi resmi harus membelinya di tempat pembibitan Desa Air Berudang dan Air Pinang.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *