,

Diet Kaldu Tulang jadi Tren 2016

Banyak orang ingin menurunkan berat badan, beragam cara diet dilakukan, mulai yang normal hingga yang ekstrim. Ada yang berhasil ada pula sebaliknya. Kini ada cara diet baru yang tergolong aman, yakni diet kaldu tulang, sebagaimana dilansir hapersbazaar.com

Orang yang menjalani diet ini hanya diperbolehkan makan kalsu dari rebusan tulang hewan. Pakar nutrisi Kellyann Petruccy menjelaskan, pada dua hari pertama diet hanya dibolehkan minum kaldu tulang, hari-hari selanjutnya dibolehkan mengkonsumsi buah-buahan, sayur, daging, ikan, dan telur tapi kadarnya dibatasi, sebagai selingannya dianjurkan minum kaldu tulang.

Dengan diet seperti itu, Petrucci menjelaskan, peserta diet akan kehilangan berat badan dengan cepat. Efek lainnya, tulang Anda akan kuat akibat mengkonsumsi kaldu tersebit. Minum kaldu tulang juga akan meredakan peradangan, meringankan nyeri sendi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta membuat kulit anda halus.

Bila Anda tidak cocok dengan diet jenis ini, Anda bisa melakukan diet konsumsi makanan fermentasi. Pakar holistik Raphael Kellman menjelaskan bahwa dalam diet ini Anda disarankan untuk mengonsumsi banyak makanan berfermentasi. Alasannya, makanan ini tinggi akan bakteri sehat yang bisa meningkatkan kesehatan sistem pencernaan Anda. Jadi, saat sistem pencernaan Anda berjalan dengan baik, maka upaya untuk menurunkan berat badan juga akan berlangsung sukses.

Dalam menjalankan diet ini, dalam dua minggu pertama Anda hanya diijinkan untuk konsumsi makanan seperti kimchi dan berbagai macam acar. Tujuannya, untuk menghilangkan bakteri jahat dalam perut Anda. Kemudian di minggu ketika Anda diperbolehkan untuk makan telur, biji-bijian bebas gluten, serta ubi. Silahkan pilih diet mana yang Anda sukai, tapi sebaik-baiknya upaya untuk menurunkan berat badan adalah dengan olah raga secara rutin. Selamat mencoba. [dbs]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *