,

Diduga Salah Obat, Pasien RSUD Nyaris Stroke

salah obat

BLANGKEJEREN – Adi (30) warga desa Kute Bukit, Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten Gayo Lues nyaris mengalami stroke setelah minum obat yang diresepkan dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gayo Lues.

Aman Kasman abang kandung korban Senin malam, 6 November 2017 menceritakan, kejadian itu bermula pada hari Jumat, adiknya Adi mengalami demam, karena tak smebuh diobati di desa, ia pun membawanya ke RSUD.

“Awalnya saya minta rujukan sakit panas dingin (deman-red), namun di dalam surat rujukan dibubuh juga ada gejala penyakit tumor, setibanya di RSUD kami langsung dibawa ke poli bedah untuk diperiksa,” jelasnya.

Di dalam ruangan, Aman Kasman mengaku bertemu dengan seorang dokter bernamq Safwan, setelah dilakukan pemeriksaan, Safwan memberi obat, namun ada satu jenis obat yang harus dibeli di apotik YN di pusat kota Blangkejeren.

“Obat yang dikasih dokter itu paracetamol, ranitidine, natrium, diklofenak, asam mefenamat, kemudian dokter itu menyuruh saya untuk membeli obat tracetate megestrol acetate 160 Mg ke apotik YN sembari memberikan resep, kami pun membeli obat yang disarankan,” katanya.

Setelah sampai di rumah, kesemua obat yang diberikan dan diresepkan dokter dimakan sekaligus oleh Adi disaksikan Aman Kasman, saat itulah kondisi Adi seperti over dosis dengan keadaan tidak sadarkan diri, suara suara tidak keluar, kaki tidak bisa berjalan, dan pendengaran tidak berfungsi (tuli). “Setelah dua hari kejadian itu, baru sekarang mulai pulih dan bisa berbicara dengan jelas, itupun obat yang diberikan dokter tidak lagi saya kasih,” ungkapnya.

Merasa ada yang aneh dengan obat yang diberikan dan diresepkan dokter RSUD, Aman Kasman menjumpai petugas penjual obat di Apotik yang berinisial YN itu, dan petugas itu mengatakan bahwa obat tracetate megestrol acetate 160 Mg yang dibelinya merupakan vitamin.

“Saya masih ragu, kenapa vitamin bisa membuat orang tidak sadarkan diri, jadi sayapun kembali ke salah satu apotik yang berinisial PS di kota Blangkejeren, setelah dibuka buku tebalnya, katanya obat itu merupakan obat kanker, jadi kan binggung kita dengan penjelasan orang ini,” ucapnya.

Menanggapi hal itu Direktur RSUD Gayo Lues dr Mutia Fitria bersama dr Safwan yang menagangani pasien tersebut, Selasa, 7 November 2017 mengatakan, pihaknya tidak salah dalam meresepkan obat kepada pasien, dan gejala setroke itu timbul lantaran pasien menderita penyakit kanker kelenjar getah bening di lehernya.

Sementara menyangkut pembelian obat harus ke apotik YN, hal itu dilakukan karena obat itu baru, dan belum ada dijual di apotik lain, sehingga di resepkan ke apotik tersebut.[Win Porang]

What do you think?

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *