,

Diduga Pungli Uang Raskin, Keuchik Rema Tue Dipanggil Polisi

BLANGKEJEREN – Keuchik Rema Tue, Kutapanjang, Gayo Lues dipanggil polisi atas dugaan melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap penerima beras untuk masyarakat miskin (Raskin).

Setiap penerima beras miskin gratis itu dipungut uang Rp 10 ribu per kepala keluarga (KK) tanpa sepegetahuan perangkat desa lainya, dan beras raskin juga dibagikan langsung oleh kepala desa tanpa melibatkan kaur desa.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Abdulah Hamid membenarkan Kepala Desa Rema Tue dan istrinya sudah dipanggil ke Polres Gayo Lues atas dugaan pungli tersebut.

“Benar telah kita panggil ke Polres Gayo Lues untuk dimintai keterangan, tapi yang sudah diperiksa baru istri kepala desa itu selaku orang yang membagikan beras kepada masyarakat, kepala desanya besok akan kita periksa,” katanya.

Penyelidikan yang dilakukan kata Kasat Reskrim berdasarkan informasi ada dugaan punggutan uang Rp 10 ribu setiap KK bagi penerima Raskin, sedangkan bagi yang tidak memiliki uang dipotong beras raskinya satu bambu per KK.

Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru menyatakan penyaliran beras raskin digratiskan kepada sampai ke biaya angkut ke desa, jadi masyarakat tidka dibebankan apa-apa. “Digratiskan, mengenai mekanismenya tanyak saja ke dinas sosial,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Gayo Lues, Syukiri mengatakan, semua yang berkaitan dengan penyaluran beras raskin grartis tidak boleh ada punggutan biaya apapun dari masyarakat, dan jika ada yang melakukan punggutan tersebut berati itu adalah punggutan liar. “Raskin yang baru kita salurkan ini untuk bulan Oktober 2018, dan kalau ada yang melakukan punggutan liar, mohon diinfokan juga kepada kami,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Rema Tue Kecamatan  Kutapanjang, Khairum, Selasa 2 Oktober 2018 ketika ditanyai kebenaran pungutan uang raskin itu tidak menjawab. Begitu juga dengan Sekretaris Desa (Sekdes) Khalidin mengatakan tidak mengetahui persoalan raski tersebut, karena sudah lama raskin dibagikan sendiri oleh kepala desa tanpa melibatkan perangkat desa.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *