,

Diduga Pungli Sopir, Polisi Tangkap 2 Honorer Dishub

TAPAKTUAN – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Aceh Selatan meringkus dua orang pegawai honorer di Dinas Perhubungan Aceh Selatan berinisial RA dan ME, Rabu, 19 April 2017 sekitar pukul 12.30 WIB.

Kedua tersangka ditangkap oleh tim Saber Pungli karena diduga telah melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap sopir mobil angkutan kota (angkot) jurusan Tapaktuan – Samadua di kompleks Terminal Terpadu Tapaktuan.

Ketua Satgas Saber Pungli yang juga Wakapolres Aceh Selatan, Kompol Sabri SE membenarkan hal tersebut. “Kedua tersangka tersebut diduga melakukan Pungli terhadap sopir mobil atas nama Hamril (45) warga Gampong Ujong Tanoh, Kecamatan Samadua. Sedangkan kedua pegawai honorer Dishub yang diduga pelaku Pungli tersebut masing-masing berinisial RA (30) warga Gampong Hlir, Tapaktuan dan ME (40) warga Gampong Payo Nan Gadang, Samadua,” jslas Kompol Sabri.

Selain mengamankan kedua tersangka dan sopir mobil tersebut, polisi juga turut mengamankan sejumlah barang bukti seperti uang tunai sebesar Rp 63.000 dan 100 lembar karcis retribusi termasuk mobil angkot tersebut untuk kepentingan penyidikan.

“Penangkapan tindak pidana pungli ini merupakan bagian dari tindaklanjut laporan warga yang merasa resah atas tindakan pungutan liar yang diduga telah berlangsung lama terhadap sopir mobil angkot. Kita berharap melalui momentum ini dapat meningkatkan kesadaran berbagai pihak untuk menghentikan tindakan pungli di daerah ini,” tandas Kompol Sabri. ‎

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Selatan, Hamzah SH membantah tuduhan pihak tim saber pungli setempat terkait dugaan anak buahnya telah melakukan pungutan liar (pungli) terhadap sopir mobil angkot di Terminal Terpadu, Tapaktuan.

“Sebenarnya kasus ini hanya miskomunikasi saja. Sebab yang terjadi di lapangan sebenarnya bukan pungli, tidak benar anggota saya melakukan pungli terhadap sopir angkot. Sehingga tidak ada masalah apa-apa sebenarnya,” kata Hamzah ketika dikonfirmasi wartawan di Mapolres Aceh Selatan.

Menurut Hamzah, timbulnya persoalan itu bukan kesalahan anak buahnya melainkan murni kesalahan sopir mobil angkot BL 1052 T atas nama Hamril yang tidak bersedia menerima atau mengambil karcis potongan retribusi yang diserahkan oleh petugas jaga piket di pos Terminal Terpadu Tapaktuan pada Rabu siang itu.

“Alasan sopir angkot tersebut menolak menerima potongan karcis retribusi karena dia sedang buru-buru mengejar penumpang siswa SMP yang sedang pulang sekolah tepat pukul 12.30 WIB. Pernyataan itu juga telah diakui oleh sopir mobil tersebut di hadapan penyidik polisi, jadi kami nilai persoalan ini sudah clear,” kata Hamzah.

Hamzah juga menyatakan bahwa, sangat tidak logis atau tidak masuk akal jika polisi menuduh anggotanya melakukan pungli kepada sopir angkot. Soalnya, pengutipan uang retribusi tersebut dilakukan di pos resmi yang terdapat di dalam kompleks Terminal.

Bahkan, lanjut Hamzah, petugas Dishub yang melakukan pengutipan retribusi tersebut berpakaian dinas lengkap karena tindakan itu dilakukan memang dalam jam dinas kerja.

“Jadi tidak logis lah jika anggota saya dituduh melakukan pungli. Sebab mereka bekerja dalam jam dinas dan tindakan pungutan retribusi tersebut telah sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Hamzah lagi.

Karena itu, ujar Hamzah, pihaknya tetap akan melanjutkan kembali tindakan pungutan retribusi terhadap mobil angkutan umum di Terminal Terpadu Tapaktuan, demi untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD).

“Kami sama sekali tidak terpengaruh atas aksi penangkapan petugas Dishub oleh tim saber pungli tersebut. Karena kami meyakini bahwa anggota kami tersebut sama sekali tidak salah. Saya telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar tetap bekerja seperti biasa,” paparnya.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *