,

Dewan KEK Arun Diminta Libatkan Pengusaha Daerah

LHOKSEUMAWE – Dewan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe diminta untuk melibatkan pengusaha daerah dalam berbagai peluang bisnis. Hal itu penting untuk menumbuhkan iklim dunia usaha yang sehat di Aceh.

Permintaan itu disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh, H Firmandez, Selasa, 19 September 2017 di sela-sela mengikuti sidang forum parlemen negara-negara (AIPA) di Manila, Filipina.

“Hadirnya KEK Arun ini harus memberi dampak bagi pertumbuhan dunia usaha di Aceh. Pengusaha daerah harus dilibatkan dalam berbagai peluang bisnis, jangan lagi ada pameo buya krueng teudong-dong, buya tamong meuraseuki, beri kesempatan yang luas bagi anak negeri agar mereka bisa survive di negeri sendiri,” harap H Firmandez.

Sebagaimana diketahui, di Aceh terdapat satu KEK yang baru ditetapkan pada 17 Februari 2017, yaitu KEK Arun Lhokseumawe. KEK ini dibentuk melalui Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2017 dengan pertimbangan bahwa wilayah ini memiliki potensi untuk menjadi global value chain dan global production netwok karena letaknya yang sangat strategis, yaitu di jalur Selat Malaka yang sangat sibuk.

KEK Arun Lhokseumawe terbentuk berdasarkan usulan dari konsorsium beberapa perusahaan yang telah memiliki usaha di dalam sebagian wilayah KEK, antara lain PT Pertamina, PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM), PT Pelindo I, dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA).

KEK Arun Lhokseumawe berfokus pada beberapa sektor yaitu energi, petrokimia, agro industri pendukung ketahanan pangan, logistik serta industri penghasil kertas kraft. “Pengusaha daerah di berbagai sektor itu juga harus benar-benar memanfaatkan KEK Arun ini, jangan sampai peluang ini nanti diambil oleh orang luar,” himbau H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *