,

Delapan Desa Tergenang Luapan Sungai Rasian

TAPAKTUAN – Delapan desa di Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan tergenang akibat meluapnya sungai Pasie Rasian. Muara sungai tersebut tertutup kerikil dan pasir dampak hempasan gelombang.

Kedelapan desa yang tergenang itu adalah Pasie Rasian, Ujung Padang Rasian, Ujung Padang Asahan, Lhok Sialang Cut, Lhok Sialang Rayeuk, Krung Kalee, Ie Mirah, Pulo Ie. Kompleks Yonif 115/ML Rasian juga ikut tergenang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Rahmad Humaidi menjelaskan, sebagian desa tersebut terendam air sungai dan air laut akibat gelombang pasang.

“Karena mulut muara sungai tertutup pasir dan batu kerikil, maka air yang menggenang tidak bisa mengalir secara lancar ke laut sehingga meluber ke pemukiman penduduk,” jelasnya, Jumat, 17 Juni 2016.

Pihak BPBD bersama personil TNI serta masyarakat setempat yang langsung melakukan pengerukan muara sungai yang tertutup pasir dan batu kerikil dengan menggunakan alat berat ekskavator (beco), sejak Rabu hingga Kamis kemarin. Genangan air pun berangsur surut.

Cuaca ekstrem yang terjadi sejak bulan April 2016 lalu hingga kini juga masih melanda wilayah tersebut. Angin kencang disertai hujan lebat memicu tinggi gelombang laut. Pada Jumat pagi, angina kencang mengakibatkan atap rumah milik Satarudin (50) warga Desa Meuligo, Kecamatan Sawang diterbangkan angin.

“Rumah berkonstruksi semi permanen milik seorang nelayan di Desa Meuligo tersebut baru saja selesai dibangun, akibat kencangnya hembusan angin mengakibatkan seluruh seng yang baru dipasang di atap rumah warga tersebut diterbangkan angin,” kata Rahmad Humaidi.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *