,

Dana Sertifikasi Guru Mengendap di Kasda Aceh Selatan

TAPAKTUAN – Sekitar Rp15 miliar lebih dana tunjangan sertifikasi guru yang telah ditransfer Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan mengendap di kas Pemkab Aceh Selatan.

Diduga dana itu belum dicairkan karena data jumlah guru penerima belum diverifikasi secara akurat oleh Dinas Pendidikan setempat. Data jumlah guru penerima yang dari Dinas Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) juga berbeda dengan data Dinas Pendidikan.

Seorang pejabat di Dinas Pendidikan Aceh Selatan mengakui bahwa mandegnya pencairan dana sertifikasi guru tersebut disebabkan karena belum ada finalisasi data jumlah guru penerima. Padahal anggaran yang bersumber dari APBN tersebut sudah sejak lama ditransfer Kementerian Keuangan ke kas daerah setempat.

“Dananya yang berjumlah sekitar Rp 15 miliar lebih sudah masuk ke kas daerah namun karena belum ada data akurat guru penerima tunjangan maka dana tersebut selama ini belum bisa dicairkan,” jelasnya..

Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh Selatan, Aka Mulyadi membenarkan bahwa pihaknya belum mendapatkan data akurat terkait jumlah guru penerima sertifikasi tersebut. Menurutnya, untuk menghasilkan data akurat tersebut pihaknya harus terlebih dahulu melakukan validasi dan verifikasi data secara akurat. Sebab secara aturan tidak seluruh guru yang sudah memiliki sertifikasi akan menerima dana tunjangan.

“Hanya guru yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan Pemerintah Pusat yang akan dikeluarkan SK oleh Kementerian Pendidikan. Sehingga pembayaran dana sertifikasi tersebut hanya terhadap guru yang dikeluarkan SK tersebut setelah melalui verifikasi data oleh Kementerian Pendidikan,” ungkapnya.

Atas dasar itulah, kata Aka Mulyadi, menjadi hal yang wajar jika terjadi perbedaan data antara jumlah guru sertifikasi yang langsung diusulkan oleh masing-masing operator sekolah melalui data Dapodik ke Kementerian Pendidikan dengan jumlah guru yang akan menerima dana tunjangan sertifikasi.

Untuk mempercepat pencairan dana sertifikasi tersebut dan memastikan penerimanya benar-benar tepat sasaran, menurut Aka Mulyadi, pihaknya telah memerintahkan pegawai dinas pendidikan setempat untuk melakukan verifikasi data sejak beberapa hari lalu.

“Dari hasil verifikasi data tersebut akhirnya telah ditetapkan bahwa jumlah guru yang berhak menerima dana sertifikasi untuk triwulan satu tahun 2016 sebanyak 1.837 orang. Berkas pencairan anggaran dana sertifikasi tersebut akan kami masukkan ke dinas keuangan pada Senin, 23 Mei 2016 dan diperkirakan pada akhir bulan Mei ini dana tersebut telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru penerima,” paparnya.

Namun, sambung Aka Mulyadi, dalam pencairan dana sertifikasi tahun 2016 ini akan ada perubahan dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab mulai tahun ini setiap guru penerima tunjangan telah diwajibkan menandatangani surat pernyataan di atas materai, yang antara lain menerangkan bahwa guru penerima dana tersebut siap berhadapan dengan hukum jika ternyata dikemudian hari status dirinya sebagai penerima tunjangan tidak sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

“Langkah ini kami lakukan semata-mata bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh guru penerima dana sertifikasi tersebut benar-benar tepat sasaran sesuai mekanisme dan aturan yang telah ditetapkan. Jika dikemudian hari nanti ternyata ada dari mereka yang tidak berhak maka kasus itu akan dipertanggungjawabkan sendiri di hadapan hukum,” pungkasnya.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *