,

Dana Eksekusi Cambuk Minim, Dinas Syariat Islam Ngutang

BLANGKEJEREN – Kepala Dinas Syariat Islam Gayo Lues, Rasidin mengaku kewalahan menggelar eksekusi hukuman cambuk bagi pelanggar syariah di negeri seribu bukit tersebut. Anggaran yang tersedia dengan yang dibutuhkan sangat tidak sesuai hingga Dinas Syariat Islam terpaksa ngutang Rp 800 Juta.

Hal itu disampaikan Rasidin usai eksekusi hukuman cambuk di depan Masjid Raya Blangkejeren, Rabu, 14 Juni 2017. Dalam tahun 2017 saja, sudah ada 50 orang yang dicambuk, sedangkan anggaran yang ada hanya untuk 10 orang. “Jadi sisanya kami harus meminjam,” ungkapnya.

Menurut Rasidin, anggaran hukuman cambuk yang tersedia tahun 2017 hanya Rp 200 juta, jumlah itu sangat jauh dari perkiraan sebelumnya semasa proses pengusulan anggaran kegiatan.

“Satu kali menggelar hukuman cambuk diperkirakan menghabiskan dana Rp 20 juta, itu mulai dari awal proses hingga eksekusi dan penyediaan tempat eksekusinya,” jelasnya.

Solusinya kata Rasidin, Dinas Syariat Islam terpaksa mengusulkan dana dalam perubahan anggaran untuk mencukupi kebutuhan, apa lagi saat ini ada enam orang pelanggar lagi yang menunggu hukuman cambuk.

“Saya perkirakan Rp 1 miliar lagi anggaran hukuman cambuk ini baru terpenuhi, sebab masih pertengahan tahun saja sudah habis Rp 1 miliar. Saya meminta kepada DPRK nantinya agar menyetujui penambahan anggaran yang kami usulkan,” harapnya.

Sementara Kepala Satpol PP dan WH Gayo Lues, Khairudin mengatakan, pihaknya akan terus melakukan razia rutin setiap hari tanpa mengenal lelah, dan bila ada pelanggar yang ketahuan akan ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kami tidak akan pernah mundur, dan akan terus maju menumpas khalwat (mesum), khamar serta kasus lainya yang melanggar Qanun Syariat Islam, dan bila masyarakat mengetahui atau melihat adanya tindakan itu, silahkan hubunggi nomor saya ini 0852 70657700,” katanya.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *