,

Dampak Proyek Drainase Warga Krisis Air Bersih

LABUHANHAJI – Ribuan warga di beberapa desa dalam Kecamatan Labuhanhaji Barat, Aceh Selatan mengalami krisis air bersih karena terhentinya pasokan air dari sumber air utama wilayah pegunungan Batee Meucanang.
 
Terhentinya pasokan air bersih tersebut disebabkan karena pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Naga Tapaktuan rusak atau patah dampak dari pengerjaan proyek pengerukan saluran drainase di pasar Desa Blangkeujeren, Kecamatan Labuhanhaji Barat.
 
Ali Zamzami, salah seorang warga Labuhanhaji Barat melaporkan terhentinya pasokan air bersih terhadap ribuan warga setempat telah berlangsung sejak Jumat, 29 September 2016 pasca rusak atau patahnya pipa utama milik PDAM.
 
“Meskipun lokasi rusaknya pipa PDAM tersebut berada di pasar Blangkeujeren, namun pihak PDAM harus menutup keseluruhan suplai air dari sumber air utama dari pegunungan Batee Meucanang. Sebab jika tidak ditutup maka aliran air akan merembet atau meluber ke badan jalan serta halaman rumah penduduk,” kata Ali Zamzami di Tapaktuan, Minggu, 2 Oktober 2016.
 
Dia menyebutkan, beberapa desa yang warganya mengalami krisis air bersih dampak dari kejadian tersebut masing-masing adalah Desa Peulokan, Batee Meucanang, Tutong, Kuta Iboh, Ujung Padang dan Tengah Iboh termasuk beberapa Masjid dan Pondok Pesantren Darul Wustha.
 
Pihaknya, sambung Ali Zamzami, menyesalkan sistem atau teknis pekerjaan yang dilakukan oleh pihak kontraktor saat melakukan pengerukan saluran drainase di pasar Blangkeujeren dengan menggunakan alat berat (beco).
 
Seharusnya, kata dia, sebelum dimulainya pengerukan saluran drainase tersebut dengan menggunakan alat bera, terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak PDAM dan PT Telkom, untuk mengetahui dititik-titik mana saja terdapat pipa milik PDAM dan kabel optic milik PT Telkom.
 
Ali Zamzami meminta kepada pihak kontraktor pelaksana proyek agar segera berkoordinasi kembali dengan pihak PDAM Tirta Naga Tapaktuan serta dinas terkait dijajaran Pemkab Aceh Selatan supaya fasilitas air bersih tersebut bisa segera diperbaiki kembali.

Camat Labuhanhaji Barat, TM Nasrijal juga menyesalkan sikap pihak kontraktor pelaksana proyek tersebut yang tidak berkoordinasi dengan pihak terkait sebelum dimulainya pengerjaan proyek.
 
“Jangankan dilakukan koordinasi dengan pihak PDAM dan PT Telkom, saya selaku Camat saja tidak mengetahui keberadaan proyek itu. Informasi mengenai telah rusaknya pipa PDAM tersebut baru saya ketahui dari laporan masyarakat karena suplai air bersih sudah terhenti,” ungkap TM Nasrijal.

Menanggapi hal itu, Plt Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan, Eki Firman, Minggu, 2 Oktober 2016 membenarkan sebanyak lebih kurang 600 pelanggan PDAM di Labuhanhaji Barat terganggu pendistribusian air bersih karena pipa utama milik PDAM rusak akibat proyek drainase.

“Proses perbaikan sampai saat ini mengalami kendala dan hambatan karena pihak kontraktor sebelumnya berjanji akan mengganti pipa yang sudah rusak, namun hingga saat ini perjanjian itu belum direalisasikan,” jelasnya.
 
Sementara, Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh Selatan T Bahrumsyah ketika dikonfirmasi justru mengaku bahwa terkait kerusakan pipa PDAM tersebut segera akan diperbaiki oleh pihak kontraktor pelaksana proyek dari CV Gerak Utama.
 
“Kami telah meminta kepada pihak kontraktor agar segera memperbaiki kembali kerusakan itu dan hal itu telah ditindaklanjuti oleh pihak kontraktor bersangkutan,” ujar Bahrum seraya menyebutkan pembangunan saluran drainase tersebut sepanjang 208 meter dengan jumlah anggaran sumber APBK Aceh Selatan tahun 2016 sebesar Rp 296 juta lebih. [Hendri Z]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *