,

Dampak Galian C Ilegal, Sawah Warga jadi Kering

BLANGKEJEREN – Akibat maraknya pengambilan pasir sungai di Gayo Lues, sawah warga di seputaran daerah aliaran sungai (DAS) jadi kering. Sawah jadi lebih tinggi dari air sungai. Di beberapa lokasi sawah dan kebun warga mengalami abrasi. Pemerintah setempat diminta untuk menertibkan gailan C ilegal.

Syukri, warga Blangkejeren mengharapkan, seharusnya pemerintah negeri seribu bukit tersebut memberikan batasan penambangan pasir sungai di lokasi-lokasi tertentu, agar kebun dan sawah warga tidak amblas dan kering.

“Saat ini hampir di semua aliran sungai dikeruk pasirnya. Asal sudah sepakat dengan pemilik tanah langsung saja membawa alat berat ke lokasi, padahal orang yang berkebun di hulu sungai itu merasa terganggu akibat kebun dan sawahnya mengering,” ujarnya, Jumat, 29 Januari 2016.

Hal yang sama disampaikan Ali, ia melihat para penambang sangat leluasa mengambil pasir dan batu dari beberapa sungai tanpa menghiraukan dampaknya bagi lingkungan sekitar.

“Yang paling sering dikeruk aliran sungainya untuk di ambil pasir adalah sungai Gunyak, sungai Rikit Gaib, Kala Pinang, Leme, Badak, Aih Kul, sungai Porang, dan sungai Sepang. di daerah seputaran pengambilan pasir ini sangat banyak sawah dan kebun yang menjadi korban. Jika tidak di antisipasi dari sekarang, ke depanya bakalan lebih banyak areal perkebunan dan persawahan yang tidak bisa dialiri oleh air. Pemerintah harus melakukan penertiban segera,” harapnya. [Win Porang]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *