Dalam Sebulan Utang Luar Negeri Indonesia Bertambah US$12,3 Miliar

0
192

JAKARTA – Data rilis Bank Indonesia, Selasa, 15 Januari 2018 menunjukkan dalam sebulan utang luar negeri Indonesia naik sampai US$ 12,3 miliar.

Posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir November 2018 tercatat 372,9 miliar dolar AS, terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 183,5 miliar dolar AS, serta utang swasta termasuk BUMN sebesar 189,3 miliar dolar AS.

Posisi utang luar negeri Indonesia tersebut meningkat 12,3 miliar dolar AS dibandingkan posisi pada akhir bulan sebelumnya karena faktor neto transaksi penarikan utang luar negeri dan pengaruh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga utang dalam rupiah yang dimiliki oleh investor asing tercatat lebih tinggi dalam denominasi dolar AS.

Secara tahunan, utang luar negeri Indonesia pada akhir November 2018 tumbuh 7 persen, meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 5,3 persen. Peningkatan pertumbuhan utang luar negeri tersebut bersumber baik dari pertumbuhan utang luar negeri pemerintah maupun utang luar negeri swasta.

Utang luar negeri pemerintah tumbuh meningkat pada November 2018. Posisi utang luar negeri pemerintah pada akhir November 2018 sebesar 180,5 miliar dolar AS atau tumbuh 4,4 persen, meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 3,3 persen.

Posisi utang luar negeri pemerintah tersebut meningkat 5,1 miliar dolar AS dibandingkan dengan posisi pada akhir bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh arus masuk dana investor asing di pasar SBN domestik selama November 2018.

Utang luar negeri swasta pada November 2018 mengalami peningkatan. Posisi utang luar negeri swasta pada akhir November 2018 tumbuh 10,1 persen, meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 7,7 persen.

Posisi utang luar negeri swasta pada akhir November 2018 tersebut bertambah 7,1 miliar dolar AS dari posisi pada akhir bulan sebelumnya, terutama didorong oleh neto pembelian surat utang korporasi oleh investor asing.

Utang luar negeri swasta tersebut sebagian besar dimiliki oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian. Pangsa utang luar negeri di keempat sektor tersebut terhadap total utang luar negeri swasta mencapai 73,9 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pangsa pada bulan sebelumnya (72,9 persen).

Meski demikian Bank Indonesia menilai struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat. Hal ini tercermin antara lain dari rasio utang luar negeri Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir November 2018 yang tetap stabil di kisaran 34 persen.

Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers. Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 84,8 persen dari total utang luar negeri.[rls]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here